BWI: Potensi Aset Wakaf Nasional Capai Rp2.000 Triliun
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyebut potensi aset wakaf di Indonesia mencapai angka fantastis, yakni Rp2.000 triliun. Angka tersebut merujuk pada hasil kajian yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
Ketua BWI, Prof Kamaruddin Amin, menyampaikan hal ini usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BWI di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).
“Menurut kajian Bank Indonesia, potensi aset wakaf nasional mencapai Rp2.000 triliun. Tapi dari 451 ribu titik wakaf di Indonesia, baru sekitar 2.000 yang dimanfaatkan secara produktif,” ujar Kamaruddin.
Selain itu, potensi wakaf uang juga dinilai cukup besar. BWI memperkirakan nilainya bisa mencapai Rp181 triliun per tahun. Namun hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun baru sekitar Rp3,5 triliun.
Kamaruddin menilai kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menggerakkan potensi wakaf secara lebih masif. Ia menyebut, penguatan Gerakan Indonesia Berwakaf menjadi prioritas utama BWI, terutama dalam bentuk wakaf tunai.
“Gerakan ini harus dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Rakernas ini menjadi forum penting untuk menyamakan langkah dan strategi antara BWI pusat dan daerah,” kata Kamaruddin.
BWI, lanjut Kamaruddin, akan fokus pada upaya produktivisasi aset wakaf, terutama lahan-lahan idle yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.
“Kita tidak hanya menjaga aset wakaf, tapi juga mengembangkannya. Tanah-tanah wakaf yang selama ini hanya digunakan untuk fungsi tradisional seperti masjid atau kuburan, harus bisa diberdayakan secara ekonomi,” tuturnya.

















