Tanda kehormatan itu diberikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono di Gedung Rd Suryadi Suryadharma, Mabesau, Jakarta Timur, Kamis (11/7/2024).
Keempat Pati yang mendapatkan tanda kehormatan itu, yakni Marsda TNI Mohammad Nurdin yang saat ini menjabat Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsud) I, Aspres Panglima TNI Marsda TNI Mohammad Syafii, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) 2 Marsda TNI Deni Hasoloan, dan Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Dankopasga) Marsda TNI Yudi Bustami.
Bintang Swa Bhuwana Paksa adalah tanda kehormatan yang diberikan pemerintah kepada prajurit atas jasanya yang luar biasa terhadap kemajuan dan pembangunan TNI AU dan berjasa bagi militer Indonesia.
"Ini untuk menghormati prajurit yang telah menunjukkan kesetiaan dan jasa luar biasa dalam kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Udara," ujar KSAU Mohamad Tonny Harjono dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI AU.
Dengan penghargaan ini, Tonny berharap keinginan membangun kekuatan militer TNI AU dapat ditularkan kepada seluruh jajarannya.
Penghargaan ini juga dapat diberikan kepada masyarakat sipil yang bukan bagian dari anggota TNI AU. Beberapa masyarakat sipil yang pernah mendapatkan tanda kehormatan ini, antara lain mantan Ketua BPK Agung Firman Sampurna, dan mantan Anggota I BPK Hendra Susanto, yang diberikan mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo pada tahun 2023.
SMA Taruna Nusantara Magelang patut turut berbangga. Karena, salah satu penerima tanda kehormatan itu merupakan alumninya, yakni Marsda Mohammad Nurdin.
Mohammad Nurdin merupakan angkatan pertama SMA Taruna Nusantara dan lulus tahun 1993. Pria kelahiran 19 November 1974 adalah Pati TNI AU lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) TNI tahun 1996.
Marsda Nurdin tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Dia adalah mantan Ajudan Presiden RI Joko Widodo. Dia kemudian menjabat sebagai Danlanud Sulaiman, Pangkosekhanudnas III/Medan, Dankosek I Koopsud I, dan terakhir Danlanud Roesmin Nurjadin sebelum menduduki posisi Pangkoopsud I.
Nurdin juga merupakan orang ke 9 dari 100 orang penerbang tempur di Skadron Udara 14 yang bisa mencapai 2000 jam terbang dengan pesawat tempur F-5 Tiger II.