Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan ucapan selamat Hari Paskah 2026 sekaligus harapan agar momen kebangkitan ini membawa kedamaian bagi semua. Foto:: YouTube Setpres
TEHERAN, (ERAKINI) – Umat Nasrani di seluruh dunia memperingati Hari Paskah 2026 pada Minggu (5/4/2026). Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar momen kebangkitan ini membawa kedamaian bagi semua.
Ucapan tersebut disampaikan Prabowo melalui akun X resminya. Ia menyapa umat Kristiani dan mendoakan agar Paskah menjadi momentum kebaikan bersama.
"Semoga Paskah membawa kedamaian dan kebaikan bagi kita semua," tulis Prabiwi. Ucapan itu diunggah bersamaan dengan poster bertuliskan selamat Paskah bagi umat Nasrani.
Pesan perdamaian juga datang dari Vatikan. Paus Leo XIV dalam pidato Malam Paskah menyerukan lahirnya dunia baru yang penuh perdamaian dan persatuan. Ia menyoroti berbagai konflik global yang dipicu perang, ketidakadilan, hingga isolasi antarnegara.
Paus juga kembali menyinggung situasi di Timur Tengah, bahkan secara langsung mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mencari jalan keluar atas konflik yang terjadi.
Sementara itu, dari dalam negeri, Ignatius Kardinal Suharyo menekankan makna Paskah sebagai simbol perjalanan dari kegelapan menuju terang.
“Paskah itu selalu berarti eksodus, keluar dari perbudakan menuju tanah terjanji. Atau secara simbolik, keluar dari kegelapan menuju terang,” ujar Kardinal Suharyo usai memimpin Misa Paskah Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta.
Ia mengaitkan makna tersebut dengan perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga Proklamasi Kemerdekaan 1945 sebagai puncak perjuangan bangsa.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa perjalanan setelah kemerdekaan tidak selalu mulus. Reformasi 1998 disebut sebagai momentum penting dalam membangun demokrasi dan memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), meski hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan.
Kardinal Suharyo menyoroti dampak lanjutan seperti kekerasan, kerusakan lingkungan, hingga kebohongan publik yang turut memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk menurunnya daya beli dan lesunya ekonomi kecil.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa semangat Paskah bukan untuk meratapi keadaan, melainkan terus berjuang dalam iman, harapan, dan kasih.
“Kita berharap, dengan keyakinan iman dan semangat sebagai bangsa, pada waktunya nanti kita dapat kembali lebih dekat kepada cita-cita kemerdekaan,” katanya.