Ratusan peserta mengikuti Taaruf Session atau Golek Garwo dalam rangkaian kegiatan Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo yang digelar Ditjen Bimas Islam Kemenag, Minggu (28/6/2026). Foto: Erakini
JAKARTA, (ERAKINI) - Ratusan peserta mengikuti Taaruf Session atau Golek Garwo dalam rangkaian kegiatan Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan Nikah Fest 2026 yang memasuki hari kedua ini mendapat antusiasme tinggi dari jomblowan dan jomblowati. Ketua Panitia yang juga Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah , Ahmad Zayadi, mengatakan, menjadi salah satu upaya negara dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin membangun keluarga melalui pernikahan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan peserta dengan kenalan baru, tetapi juga melahirkan komitmen menuju jenjang pernikahan.
“Mudah-mudahan dengan Golek Garwo ini tidak hanya banyak ketemu dengan kenalan baru, tetapi juga ada komitmen baru dan insyaAllah pada akhirnya sampai kepada akad nikah,” ujarnya.
Menurut Ahmad Zayadi, antusiasme peserta sangat tinggi. Berdasarkan data pendaftaran melalui Google Form, tercatat sebanyak 354 peserta telah mendaftar dan jumlah itu diperkirakan terus bertambah karena banyak peserta yang datang langsung ke lokasi.
“Ini menjadi penanda bahwa memang ada kebutuhan untuk mempertemukan para pihak terkait. Tugas negara saya kira ada tiga hal, yakni merekognisi, mengaklimasi, dan memfasilitasi. Karena itu Kementerian Agama hadir untuk memfasilitasi kegiatan ini dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, tujuan akhir dari seluruh peserta adalah menuju pernikahan yang sah dan membangun keluarga sakinah. “Harapannya, karena Anda semua para peserta ini ujungnya adalah sampai kepada pernikahan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Golek Garwo Forum Taaruf Indonesia (Fortais), Ryan Budi Nuryanto, menjelaskan, kegiatan Golek Garwo telah berlangsung selama hampir 20 tahun sejak pertama kali digelar pada 2006.
“Pada kesempatan ini kami digandeng oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama dan Asosiasi Penghulu Seluruh Republik Indonesia untuk mengadakan acara Nikah Fest yang di dalamnya ada ajang Golek Garwo,” kata Ryan.
Menurutnya, ajang taaruf tersebut telah meluluskan sekitar 19 ribu pasangan hingga saat ini. “Alhamdulillah alumni Golek Garwo ini sudah bisa meluluskan 19 ribu pasangan, termasuk saya sendiri. Saya juga peserta,” ujarnya.
Ryan menjelaskan, kegiatan tersebut bersifat sosial dan seluruh prosesnya tidak dipungut biaya. Peserta hanya perlu melakukan pendaftaran secara daring maupun langsung di lokasi.
“Dari acara Golek Garwo sampai nikah bareng semuanya gratis. Fasilitasnya dari awal, dari mahar, biaya nikah, make up sampai bulan madu semuanya gratis,” katanya.
Ia optimistis jumlah peserta yang hadir langsung atau on the spot dapat mencapai seribu orang, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ajang pencarian pasangan yang serius menuju pernikahan.
“Kita pernah buat di Masjid Zayed Solo dan dalam sehari bisa mencapai 1.500 peserta. Karena memang ini kebutuhan masyarakat dan perlu difasilitasi,” jelasnya.
Terkait teknis, Ryan menerangkan, peserta diwajibkan menyerahkan identitas diri dan status yang jelas. Bagi duda atau janda harus melampirkan akta cerai maupun surat kematian pasangan.
Setelah registrasi, peserta akan mengikuti sesi presentasi singkat untuk memperkenalkan diri, mulai dari nama, asal daerah, hingga kriteria pasangan dan target menikah.
“Setelah perkenalan selesai biasanya ada forum penyatuan hati. Di situ sudah mulai kelihatan siapa tertarik dengan siapa,” katanya.
Selanjutnya, peserta akan memperoleh basis data peserta lain sesuai rentang usia yang dicari. Dari data tersebut peserta dapat melanjutkan proses taaruf secara mandiri maupun dengan bantuan admin komunitas.
“Nanti kalau ada kesulitan komunikasi bisa minta bantuan admin. Admin kami bekerja 24 jam karena ini sifatnya sosial,” ujarnya.
Ryan menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam proses taaruf tersebut. Peserta diberikan kebebasan memilih pasangan yang dianggap cocok.
“Kita punya slogan, cinta datang karena usaha yang sungguh-sungguh lahir dan batin. Kalau sudah dapat, segera dilamar dan dinikahi. Jangan digantung,” katanya.
Ia juga menilai perlu adanya perubahan pola pikir masyarakat terkait pernikahan.
“Kita ingin mengubah mindset bahwa nikah itu realita yang harus dihadapi dengan bahagia, bukan sesuatu yang menakutkan,” ucap Ryan.
Peserta kegiatan berasal dari beragam latar belakang profesi dan pendidikan, mulai dari lulusan SMA, sarjana, dosen, hingga aparatur sipil negara (ASN).
“Kita tidak membedakan latar belakang. Dari non-sarjana sampai S3 banyak, bahkan ASN juga banyak sekali,” katanya.
Fortais juga berencana menggelar ajang serupa khusus ASN seluruh Indonesia pada bulan mendatang.
Salah satu peserta, Ratih (42) tahun mengaku sangat antusias mengikuti Golek Garwo ini karena sudah ingin segera mendapatkan pasangan hidup. Peserta asal Jakarta ini sudah hampir 20 tahun menyendiri sejak putus dari pacar,
Terakhir pacaran tiga tahun sudah 20 tahun lalu. Sekarang ikut acara ini karena berharap bisa mendapatkan pasangan yang cocok," kata Ratih yang berprofesi sebagai wiraswasta.