Kemenag menggelar kegiatan Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Acara ini dihadiri Wamenag Romo R Muhammad Syafi'i. Foto: Erakini
JAKARTA, (ERAKINI) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Acara ini dihadiri Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R Muhammad Syafi’i serta sejumlah perwakilan kementerian/lembaga.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah yang rutin diselenggarakan Dirjen Bimas IslamKemenag. Dalam kegiatan ini, sebanyak 50 pasangan difasilitasi untuk menikah secara gratis. Sebanyak 31 pasangan melangsungkan akad nikah langsung di lokasi acara, sementara 19 pasangan lainnya melaksanakan akad di Kantor Urusan Agama (KUA).
Wamenag Romo R Muhammad Syafi’i mengapresiasi penyelenggaraan Nikah Fest ini karena dinilai membantu masyarakat yang ingin menikah tetapi terkendala biaya dan proses administrasi.
“Saya mengapresiasi acara ini karena orang yang mau menikah itu ingin melaksanakan perintah Allah. Kebaikan sebuah bangsa ditentukan oleh keluarga, dan keluarga basisnya adalahfl, pernikahan,” ujar Wamenag dalam sambutannya.
Menurutnya, pernikahan yang dijalankan sesuai syariat dan dilandasi niat membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan masyarakat dan negara.
“Ketika pernikahan dilaksanakan dengan benar, itu sama dengan membangun fondasi yang kuat untuk kebaikan masyarakat dan bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga mengimbau berbagai pihak untuk berkolaborasi dengan Kementerian Agama agar program nikah massal dapat terus dilaksanakan secara rutin di berbagai daerah.
Tidak hanya memfasilitasi akad nikah secara gratis, pasangan pengantin juga mendapatkan berbagai bantuan, mulai dari transportasi, bantuan modal usaha, mahar, hingga kemudahan akses program rumah murah dari pemerintah.
Romo menjelaskan bahwa para pasangan pengantin memperoleh kemudahan untuk mengakses program rumah murah yang dicanangkan pemerintah melalui kerja sama Kementerian Agama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Program ini tentu sangat membantu para pengantin baru.
“Begitu selesai tanda tangan, mereka bisa memilih rumah murah dengan cicilan sekitar Rp500 ribuan per bulan. Itu sudah setara biaya kontrakan, tetapi nantinya menjadi milik sendiri,” kata Wamenag.
Menurutnya, kegiatan Nikah Fest ini sangat membantu pasangan muda yang selama ini menunda pernikahan karena khawatir terhadap biaya kehidupan setelah menikah.
“Mungkin bagi sebagian orang biaya menikah tidak terlalu berat, tetapi tidak untuk semua orang. Banyak yang sudah siap menikah, tetapi membayangkan proses dan pembiayaan akhirnya menunda niat sucinya,” ujarnya.
Wamenag juga berkelakar kepada para peserta yang harus menunggu cukup lama sebelum prosesi akad dimulai.
“Dalam hati mereka mungkin berpikir kapan pidatonya selesai. Tapi tidak apa-apa, sabar sedikit. Insya Allah hari ini tetap menikah,” katanya disambut tawa peserta.
Selain nikah massal, rangkaian Nikah Fest juga diisi berbagai kegiatan seperti bimbingan perkawinan, literasi keuangan, literasi zakat, pameran pernikahan Islami, hingga seni budaya.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya Kementerian Agama untuk mendorong masyarakat agar tidak menunda pernikahan apabila sudah siap lahir dan batin.
“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang sudah siap secara lahir dan batin untuk tidak menunda menikah. Dalam pernikahan selalu ada keberkahan sebagaimana dijanjikan Allah dan Rasulullah,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menyebut pernikahan merupakan sunnah Rasulullah sekaligus amanat Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974 untuk membangun keluarga yang sah dan memberikan kepastian hukum bagi anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut.
Abu Rokhmad mengakui banyak pasangan muda yang menghadapi tantangan ekonomi sebelum menikah. Karena itu, Kementerian Agama berupaya menghadirkan solusi melalui program nikah gratis yang terintegrasi dengan dukungan sosial dan ekonomi.
“Kami berharap pasangan yang hari ini menikah mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam membangun rumah tangga,” katanya.
Kegiatan Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo akan berlangsung hingga Minggu (28/6/2026) dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera.