Kongres Rohis Nasional I 2025 yang berlangsung pada 12–15 November 2025 di Jakarta. (Foto: Ditjen Pendis Kemenag).
JAKARTA, (ERAKINI) - Sejarah baru bagi pembinaan pelajar muslim di Indonesia resmi tercatat. Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki Presiden Rohis Indonesia. Muhamad Ridanara Adiyatma, perwakilan Jawa Tengah, terpilih melalui sistem e-voting dalam gelaran Nasional I 2025 yang berlangsung pada 12–15 November 2025 di Jakarta.
Kongres perdana ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pelajar muslim dari seluruh provinsi untuk menetapkan arah baru pembinaan Rohani Islam (Rohis) di sekolah umum. Dengan total 306 peserta dan 34 ketua Rohis provinsi sebagai pemilik suara sah, momentum ini menjadi penentu masa depan kepemimpinan pelajar muslim di tingkat nasional.
Dengan terpilihnya Presiden Rohis Indonesia pertama, babak baru pembinaan pelajar muslim resmi dimulai. Sebuah langkah bersejarah yang tidak hanya memperkuat organisasi Rohis di sekolah, tetapi juga mengokohkan komitmen negara dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan luas.
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya dibangun dari kecerdasan, tetapi juga keluhuran akhlak dan kerendahan hati. “Banyak yang pintar, tetapi tidak semua bisa memimpin dengan hati. Ilmu adalah bekal, tetapi akhlak adalah kompas,” ujarnya.
Pemimpin muda, kata Menag, harus menguasai ilmu, menjaga integritas, dan senantiasa memelihara kerendahan hati sebagai pondasi kepemimpinan yang amanah. Ia mengajak pelajar membiasakan disiplin, refleksi diri, dan keteladanan sebagai karakter pemimpin masa depan.
Kemenag juga memastikan kemudahan akses pendidikan bagi semua peserta kongres. "Saya mengapresiasi kalian semua, semua yang hadir di sini, kami akan memberikan kesempatan untuk masuk ke UIN tanpa tes, bahkan Insya Allah juga kita usahakan beasiswa," kata Menag.
Ia mengatakan, jalur beasiswa luar negeri dibuka untuk negara-negara seperti Mesir, Maroko, Arab Saudi, hingga sejumlah universitas di Eropa. Serta peserta dengan hafalan Al-Qur’an dan rekam jejak pembinaan Rohis mendapat prioritas khusus. “Tidak boleh ada anak Rohis yang tertinggal karena soal biaya. Negara hadir,” katanya.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno mengukuhkan Pengurus Rohis Nasional periode 2025–2027 melalui pembacaan naskah resmi dan penyerahan simbol organisasi. Ia menyampaikan pesan yang menjadi sorotan kongres: pelajar tidak perlu menunggu untuk menjadi pemimpin. “Subbanul yaum rijalul al-an. Anda bukan pemimpin masa depan, Anda pemimpin hari ini,” katanya.
Dinamika sosial, kata dia, menuntut pelajar untuk berani mengambil peran strategis sejak dini, baik di sekolah, komunitas Rohis, maupun ruang digital. Proses pemilihan Presiden Rohis dianggap sebagai miniatur pelatihan kepemimpinan nyata yang melatih komunikasi, jejaring, pengambilan keputusan, serta kemampuan merumuskan visi.
Adapun kongres ini memadukan pembinaan karakter, kompetisi inovasi, hingga pelatihan jejaring kepemimpinan. Peserta mengikuti beragam agenda, termasuk pemilihan presiden, diskusi kebangsaan, hingga branding competition untuk mengasah kreativitas generasi muda.
Ditegaskan oleh pihak Kemenag bahwa KongresRohis Nasional I adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan pemimpin menuju Indonesia Emas 2045. Pembinaan pelajar kini diarahkan agar tidak terjebak dalam dikotomi antara sekolah umum dan madrasah, melainkan berdiri sebagai satu ekosistem pembentukan karakter bangsa. “Kongres ini bukan sekadar pertemuan. Ini adalah pijakan penting lahirnya generasi muslim yang cerdas, moderat, adaptif, dan siap memimpin perubahan,” ujarnya.