Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) angkatan 2021 Zeinab Abbaci. (Foto: Antara/HO: Humas UI)
DEPOK, (ERAKINI) - Zeinab Abbaci, Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) mengharumkan nama Indonesia berkat pencapaiannya sebagai pemenang pertama pada kompetisi ASEAN Youth Speech Contest. Zeinab menjadi juara terbaik di antara 220 peserta lain yang berasal dari berbagai negara di ASEAN.
dengan menggunakan teknologi Virtual Reality (VR).
Dalam pidatonya, Mahasiswi FK UI angkatan 2021 tersebut menyampaikan ide inovasi tentang pembuatan pameran budaya atau
cultural exhibition
"Saya yakin inovasi ini mampu meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat, menjaga identitas bangsa, dan meningkatkan digital literacy yang masih rendah pada masyarakat di negara ASEAN," kata Zeinab Abbaci di Kampus UI, Senin (21/8/2023).
Ide inovatif yang disampaikan Zeinab lewat pidatonya yang berjudul ‘Diversity in Creation, of ASEAN’s Visionary Generation’ bertujuan untuk mendorong generasi muda agar menghargai dan mengapresiasi keragaman di wilayah ASEAN.
Zeinab mengambil fokus pada tiga pilar krusial sesuai dengan tema kegiatan "Embracing ASEAN Diversity" yaitu creativity, innovation, dan smart usage of the digital era.
Zeinab, sebagai mahasiswi di bidang kedokteran, melihat perkembangan teknologi dan alat-alat penelitian di bidang kedokteran yang ada saat ini sangat berperan dalam menyederhanakan berbagai penjelasan dari hal-hal kompleks pada bidang tersebut.
Pemanfaatan teknologi, inovasi yang berasal dari generasi muda, dan kolaborasi lintas sektor yang saling mendukung, menurutnya akan memiliki efek signifikan terhadap kemajuan suatu negara.
"Terinspirasi dari beberapa pentas seni, seminar keilmuan, dan pameran digital di Indonesia, kemudian menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan budaya yang ditinggalkan, saya pikir pameran budaya dengan menggunakan teknologi VR bisa dikembangkan lebih jauh dengan menggunakan kreativitas dan potensi dari anak muda Indonesia," ujar Zeinab.
Zeinab mengungkapkan, untuk jangka panjang, ide dan program ini akan berdampak pada peningkatan aspek sosial ekonomi di setiap wilayah negara ASEAN.
“Program dan ide dengan landasan ini akan berperan sebagai epicentrum of growth, dimana selain memaksimalkan berbagai potensi dari generasi muda dalam sektor teknologi dan kreativitas. Juga dapat meningkatkan mutu generasi muda negara-negara ASEAN,” pungkas Zeinab. (ant)