Berkendara dalam kondisi hujan tentu memerlukan kewaspadaan ekstra. Jalan yang licin dan jarak pandang terbatas sering menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Berkendara dalam kondisi hujan tentu memerlukan kewaspadaan ekstra. Jalan yang licin dan jarak pandang terbatas sering menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas, sehingga pengemudi harus lebih berhati-hati.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Untuk itu, pemudik diimbau waspada dan mempersiapkan diri.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan pentingnya kesiapan pemudik dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Pemudik diimbau memastikan kendaraan dalam kondisi prima, periksa tekanan ban, fungsi lampu, serta kesiapan peralatan darurat, seperti ban cadangan dan alat komunikasi.
BMKG mencatat dalam beberapa hari ke depan, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah, terutama di Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan.
Berdasarkan analisis BMKG, pada peridoe 19-23 Maret 2025 ada potensi hujan lebat di Riau, Bangka Belitung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Selanjutnya, pada periode 21-24 Maret 2025, hujan lebat diperkirakan akan terjadi di Aceh, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Maka itu, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang saat dalam perjalanan mudik. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa tips berkendara saat hujan agar perjalanan mudik tetap aman:
1. Pastikan Tekanan Ban Sesuai Anjuran Pabrikan
Pastikan untuk memeriksa tekanan ban secara berkala untuk keamanan berkendara.
Tekanan ban yang tepat sangat penting, terutama saat jalanan basah dan licin. Tekanan ban yang kurang dari standar pabrikan dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, ban mudah selip, dan pengereman tidak maksimal.
Sebaliknya, tekanan ban yang terlalu tinggi dapat mengurangi stabilitas mobil dan menyebabkan kehilangan kendali, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi atau membawa beban penuh.
Berikut tekanan ban yang direkomendasikan untuk berbagai jenis mobil:
- Mobil MPV: 33-36 Psi
- Mobil City Car: 30-36 Psi
- Mobil Sedan: 30-33 Psi
- Mobil SUV: 35-40 Psi
2. Periksa Kondisi Lampu
Saat hujan deras, jarak pandang menjadi sangat terbatas, dan lampu kendaraan menjadi alat vital untuk menjaga keselamatan. Pastikan seluruh lampu kendaraan Anda berfungsi dengan baik, seperti lampu utama (headlamp), lampu tanda (sign), lampu darurat, dan lampu kabut (fog lamp).
Dengan lampu yang berfungsi optimal, Anda akan lebih mudah melihat dan terlihat oleh pengendara lain, mengurangi risiko kecelakaan.
3. Jaga Jarak Kendaraan
Berkendara saat hujan lebat membutuhkan perhatian ekstra terhadap jarak aman dengan kendaraan di depan. Jarak yang cukup memberi waktu untuk bertindak cepat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Menurut Kementerian Perhubungan, jarak aman berkendara saat hujan deras atau malam hari adalah sekitar 15-30 meter dengan kecepatan 30 km/jam.
4. Hindari Berkendara di Tepi Jalan
Bagian tepi jalan saat hujan dapat menjadi sangat berbahaya karena lebih mudah rusak dan keropos. Ini dapat menyebabkan mobil tergelincir atau bahkan terperosok jika terdapat lubang di pinggir jalan.
Oleh karena itu, pastikan untuk tetap berada di jalur yang aman dan tidak mendekati tepi jalan yang rusak. Mengikuti marka jalan sebagai panduan sangat penting, terutama saat kondisi hujan atau malam hari.
5. Jaga Visibilitas
Visibilitas sangat penting saat berkendara, terutama saat hujan. Hindari menggunakan kaca film yang terlalu gelap, karena ini dapat mengurangi kemampuan Anda untuk melihat dengan jelas. Penggunaan kaca film dengan tingkat kegelapan 30-40% untuk kaca depan adalah pilihan yang tepat untuk menjaga visibilitas.
Pastikan kaca mobil Anda bersih dan tidak ada yang menghalangi pandangan agar Anda tetap bisa melihat dengan jelas jalan dan kendaraan lain di sekitar Anda.
6. Kurangi kecepatan
Saat hujan lebat visibilitas atau pandangan ke jalan akan berkurang. Selain itu, permukaan jalan saat hujan lebat juga cukup licin. Dengan mengurangi kecepatan, Anda memiliki kontrol lebih baik dan memiliki waktu yang cukup untuk mengamati situasi dan mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.
7. Nyalakan Lampu Kendaraan
Saat hujan lebat sangat disarankan untuk menyalakan lampu kendaraan. Dengan menyalakan lampu kendaraan, membuat posisi Anda lebih mudah untuk diketahui oleh pengguna jalan lainnya, termasuk pengemudi di depan atau di belakang, sehingga membantu menjaga kewaspadaan saat berkendara.
8. Jangan Gunakan Lampu Hazard
Hindari penggunaan lampu Hazard ketika berkendara saat hujan lebat. Menurut peraturan lalu lintas, lampu hazard hanya boleh dinyalakan saat keadaan darurat dan mobil dalam keadaan diam.
Sehingga, ketika Anda menyalakan lampu hazard saat hujan lebat, akan membuat pengguna jalan lain bingung dalam mengantisipasi saat ingin berpindah jalur. Selain itu, cahaya saat lampu hazard dinyalakan juga berisiko menyilaukan pengguna jalan lainnya.
9. Jangan Lakukan Pengereman Mendadak
Saat menerobos genangan air, hindari melakukan pengereman mendadak karena berisiko membuat ban mengunci atau kehilangan cengkeraman. Jika Anda terpaksa melakukan pengereman saat menerjang genangan air, lakukan dengan bertahap dan sehalus mungkin.
10. Atur Suhu AC Mobil
Saat hujan lebat, suhu akan turun dan mudah mengundang embun pada kaca mobil, sehingga mengganggu visibilitas saat berkendara. Untuk itu, Atur suhu AC mobil agar jangan terlalu rendah atau tinggi sehingga dapat membantu mencegah terjadinya pengembunan pada kaca dan spion mobil.