Pelantikan pejabat BP Haji di masjid Al-Ikhlas Kemenag (Foto: Antara)
JAKARTA, (ERAKINI) -Badan Penyelenggara Haji Indonesia (BP Haji) menggelar pelantikan 35 pejabat eselon II hingga IV di Masjid Al-Ikhlas, Kemenag di Jakarta Pusat, pada Senin (30/12/2024) pagi. Para pejabat yang dilantik juga terlihat mengenakan sarung. BP Haji memiliki alasan tersendiri mengapa pelantikan tersebut harus digelar di .
"Kami ingin pelantikan ini menjadi refleksi mendalam bahwa mengemban amanah di BP Haji adalah tugas yang sangat mulia sekaligus berat. Pelantikan di masjid adalah pengingat bahwa tanggung jawab ini harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, mengingat BP Haji bertugas melayani umat Islam dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar Kepala BP Haji, Irfan Yusuf.
Irfan menjelaskan bahwa pemilihan masjid sebagai tempat pelantikan memiliki pertimbangan penting, mengingat BP Haji masih dalam proses penyiapan infrastruktur dan sarana kantor.
Selain itu, masjid dipandang sebagai tempat yang tepat untuk mengingatkan pejabat bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.
Pada kesempatan tersebut, BP Haji menegaskan bahwa integritas menjadi syarat utama dalam rekrutmen pejabat. Beberapa mantan penyidik KPK yang dikenal memiliki integritas tinggi, serta individu dari institusi lain seperti TNI dan kejaksaan, kini resmi bergabung untuk memperkuat lembaga ini.
Irfan berharap, kehadiran mereka dapat membawa nilai-nilai baik dan menciptakan budaya kerja baru yang berlandaskan integritas di BP Haji.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menambahkan bahwa pelantikan ini selaras dengan semangat reformasi pelayanan haji yang lebih berintegritas dan efisien.
Sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menghindari kegiatan seremonial yang memboroskan biaya, BP Haji juga ingin menegaskan wajah baru pengelolaan haji yang lebih sederhana, transparan, dan akuntabel.
"Pelantikan di masjid juga merupakan komitmen kami untuk menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan moral dalam pengelolaan ibadah haji. Jabatan adalah amanah besar, dan kami berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat menjaga integritas dan profesionalitas mereka," ungkap Dahnil.
Pelantikan ini juga memiliki ciri khas tersendiri, di mana seluruh pejabat mengenakan pakaian formal berupa jas dan sarung, simbol kesederhanaan ala pesantren.
"Kesederhanaan dan perjuangan adalah nilai-nilai yang ingin kami teguhkan, tidak hanya dalam cara berpakaian, tetapi juga dalam cara kami melayani umat," tambah Dahnil.