Nurhayati (59) guru ngaji yang berhasil menunaikan ibadah haji (Foto: Media Center Haji)
MAKKAH, (ERAKINI) - Di sebuah sudut hotel kawasan Aziziyah, Makkah, Nurhayati (59) berdiri bersandar sambil sesekali mengusap air matanya. Kerudung hitam yang dikenakannya menjadi saksi perjalanan panjangnya menuju Tanah Suci setelah menanti selama bertahun-tahun.
Jemaah haji asal Embarkasi Jakarta-Banten (JKB) itu mengaku tak pernah membayangkan dirinya bisa menunaikan ibadah haji. Perempuan yang akrab disapa Nunung tersebut telah mengajar anak-anak mengaji sejak 2005.
“Dulu itu cuma sering nganterin teman berangkat haji,” tutur Nunung saat ditemui tim Media Center Haji (MCH), Selasa (5/5/2026).
Setiap kali ada tetangga atau kerabat berangkat ke Tanah Suci, ia ikut mengantar dan mendoakan. Dari situlah keinginan untuk berhaji perlahan tumbuh di dalam hatinya.
Keinginan itu semakin kuat setelah seorang temannya memberi nasihat sederhana yang terus diingatnya hingga kini.
Langkah awal itu dimulai dengan membuka rekening tabungan haji dengan setoran pertama sebesar Rp200 ribu.
Saat itu, ia sempat menjelaskan kondisi ekonominya kepada petugas bank. Respons petugas tersebut justru membuat hatinya semakin mantap.
“‘Nggak apa-apa, Ibu, nanti uangnya Allah yang nambahin,’” ujar Nunung mengingat perkataan petugas bank tersebut.
Sejak saat itu, Nunung membiasakan diri menabung setiap selesai shalat subuh. Nominal yang disetorkan memang kecil, tetapi dilakukan secara rutin dan konsisten.
Usaha itu akhirnya membuahkan hasil. Pada 2013, tabungannya mencapai Rp23,5 juta sehingga ia bisa mendaftar haji dan memperoleh nomor porsi.
Selama menunggu keberangkatan, Nunung tetap melanjutkan kebiasaan menabungnya. Hingga akhirnya, setelah menanti selama 12 tahun, panggilan ke Baitullah benar-benar datang.
“Alhamdulillah, benar-benar barokah bisa sampai sini,” ucapnya dengan suara bergetar.
Nunung juga mengenang momen pertamanya melihat Ka’bah. Dia mengaku tak mampu menahan haru saat berada begitu dekat dengan kiblat umat Islam tersebut.
Meski sempat mengalami sakit pada kaki, mantan guru taman kanak-kanak itu mengaku selalu berdoa agar tidak merepotkan orang lain selama menjalankan ibadah.
“Saya berdoa jangan nyusahin orang lain di sini, Alhamdulillah Allah dengar doa saya,” ujar dia.
Nunung berangkat haji seorang diri. Karena itu, di depan Ka’bah ia memanjatkan doa agar suatu hari dapat kembali ke Tanah Suci bersama suami dan anak-anaknya.
“Saya berdoa suatu hari nanti, suami dan anak-anak bisa umrah, bisa ngerasain tawaf, sai, menikmati kehidupan di Makkah, Madinah, dan masuk ke Raudhah,” pungkasnya.