Sikap NU dan Muhammadiyah pada Pilpres 2024: Apa pun Hasilnya Kita Terima
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menyampaikan sikapnya jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 14 Februari 2024. Kedua organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia berharap Pilpres berjalan kondusif hingga seluruh prosesnya selesai.
NU dan Muhammadiyah mendorong agar Pemilu 2024 bisa berlangsung dengan jujur, adil, dan transparan sesuai asas pemilu yang telah disepakati bersama.
“Kami gembira kampanye berjalan lancar, tidak ada insiden yang mengganggu proses politik ini. Harapan kita tetap lancar sampai seluruh tahapan selesai, apa pun hasilnya kita terima,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf saat konferensi pers bersama dengan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti di Jakarta, dikutip dari Antara Jumat (9/2/2024).
Gus Ipul dan Abdul Mu’ti berharap tidak ada pihak yang mengerahkan massa manakala terjadi perselisihan hasil pemilihan presiden dan menyerahkannya pada mekanisme hukum.
Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, tidak memungkiri bahwa suhu politik memanas selama proses Pilpres ini berjalan. Tetapi semua pihak bisa menempatkan diri dengan baik dan memaklumi sebagai bagian dari dinamika politik.
Bagaimana pun, lanjut Gus Ipul, pemilihan presiden adalah proses yang harus dijalani sebagai bagian dari demokrasi.


















