Cegah Penyimpangan Pengelolaan Haji, Gus Irfan Konsultasi ke KPK
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan komitmen Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan tanpa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Hal itu disampaikan Gus Irfan saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan disambut langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, bersama jajaran pimpinan lembaga antirasuah itu.
“Koordinasi dan kerja sama dengan KPK sangat penting sebagai langkah preventif agar penyelenggaraan haji benar-benar terbebas dari praktik KKN maupun penyalahgunaan wewenang. Ini juga bagian dari upaya memberikan akuntabilitas kepada para jemaah haji,” ujar Irfan dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Gus Irfan menilai penyelenggaraan haji merupakan salah satu perhelatan terbesar di dunia karena melibatkan jutaan orang dari berbagai negara. Karena itu, diperlukan sistem layanan yang sesuai aturan, efektif, dan akuntabel demi menjamin keamanan, kenyamanan, serta ketertiban jemaah.














