Kopassus segera membangun markas Grup V di Sulawesi Tenggara (Sultra). Markas ini akan berdiri di atas lahan seluas 200 hektare dengan fasilitas super lengkap. Foto: Ilustrasi/Ist
KENDARI, (ERAKINI) - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) segera membangun markas Grup V di Sulawesi Tenggara (Sultra). Markas ini akan berdiri di atas lahan seluas 200 hektare dengan fasilitas super lengkap.
Danjen Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi menyebutkan, pembangunan markas Grub V di bertujuan untuk mendukung pertahanan di wilayah pulau-pulau besar, seperti Sulawesi.
"Di mana doktrin sekarang pertahanan pulau-pulau besar, salah satu pulau besar adalah Sulawesi dan ditempatkan di Kendari," ucapnya usai menemui Gubernur Sultra Andi Sumangerukka di Kendari, Rabu (4/6/2025), dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan, dipilihnya Sultra karena memiliki wilayah yang strategis untuk mobilitas dan melengkapi markas Kopassus di Pulau Kalimantan dan Timika, Papua.
"Karena mobilitas Kopassus yang harus bersedia setiap saat sehingga cepat meng-cover satu pulau Sulawesi. Kami melihat Sultra ini paling strategis untuk mendukung tugas-tugas Kopassus," tutupnya.
Kopassus merupakan pasukan khusus milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Pasukan ini memiliki kemampuan gerak cepat dalam setiap medan tempur, pengintaian, dan anti-teror.
Kopassus identik dengan korps baret merah yang dibentuk pada 16 April 1952. Prajurit Kopassus diharuskan memiliki kemampuan bertempur di berbagai jenis medan, baik darat, laut, maupun udara.
Karenanya, Kopassus menjalani berbagai pelatihan penting, mulai dari hidup di hutan, latihan pelolosan, pendaratan perahu karet, renang, hingga bertahan hidup di laut. Selain itu, kemampuan menembak anggota Kopassus juga terbilang sangat baik.
Struktur organisasi Kopassus berbeda dari satuan infanteri pada umumnya. Meskipun banyak anggotanya berasal dari Korps Infanteri, Kopassus mengembangkan struktur unik yang tidak terikat pada ukuran standar satuan infanteri. Mereka menggunakan istilah "Grup" untuk menghindari batasan ukuran umum seperti brigade.
Dengan struktur ini, Kopassus dapat lebih fleksibel dalam menentukan jumlah personel, yang dapat lebih banyak dari ukuran brigade (sekitar 5.000 personel) atau lebih sedikit sesuai kebutuhan. Sejak 25 Juni 1996, Kopassus melakukan reorganisasi dan mengembangkan jumlah grup dari tiga menjadi lima, salah satunya Grup V.
Grup 5 merupakan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), yang menjadi sekolah awal untuk melatih Pasukan Para Komando, khususnya bagi mereka yang akan bergabung Kopassus. Sebelumnya, pusat pendidikan ini dikenal dengan nama Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus).
Pusdiklatpassus berlokasi di Batujajar, Jawa Barat. Berdasarkan surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/826/VI/1962, Pusdik ini memiliki peran penting dalam membekali calon prajurit dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan tugas sebagai anggota Kopassus.
Melalui program pelatihan yang intensif, Pusdiklatpassus berkomitmen untuk menghasilkan prajurit yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di medan perang.