Search

Diklat PPIH Hari ke-14, Ribuan Calon Petugas Haji Ikuti Lari Pagi 7,5 Kilometer

JAKARTA, (ERAKINI) - Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang digelar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memasuki hari ke-14, Sabtu (24/1/2026).

Pada hari keempat belas tersebut, ribuan calon petugas haji mengikuti kegiatan lari pagi sejauh 7,5 kilometer di sekitar Asrama Haji Pondok Gede dan kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kegiatan ini dipimpin langsung Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak bersama para pejabat Kemenhaj serta fasilitator dari unsur TNI dan Polri. Setelah lari pagi, seluruh peserta mengikuti sarapan bersama.

Wamenhaj Dahnil mengatakan, Diklat PPIH telah dimulai sejak 10 Januari 2026 dan berlangsung selama 20 hari. Selama periode tersebut, para peserta digembleng melalui kerja sama Kemenhaj dengan TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri.

“Makanya kan 20 hari ini sebenarnya kan stimulus ya, stimulus artinya untuk membangun kebiasaan. Mudah-mudahan 20 hari ini selesai nanti hari Jumat depan, itu teman-teman bisa membangun habitus baru,” kata Dahnil.

Ia menjelaskan, setelah Diklat selesai, para peserta diharapkan tetap menjaga kebiasaan positif yang telah dibangun, termasuk melalui kelompok-kelompok komunikasi untuk saling mengingatkan.

Menurut mantan aktivis Muhammdiyah ini, masa penugasan petugas haji berlangsung cukup panjang, yakni sekitar tiga hingga empat bulan. Sebagian petugas akan berangkat pada April dan diperkirakan kembali ke Indonesia sekitar Juni 2026.

“Jadi rata-rata bertugas itu 70 harian, 70 sampai dengan 75,” ujarnya.

Dahnil juga menekankan pentingnya kesiapan fisik petugas haji. Dia menyebut, dalam kondisi tertentu petugas bisa menempuh jarak berjalan kaki yang sangat jauh.

“Saya pernah menghitung misalnya jarak paling jauh itu jalan dari Arafah ke Masjidil Haram, itu bisa 25 kilometer,” kata dia.

Karena itu, menurut eks Jubir Menhan Prabowo Subianto (sekarang Presiden RI) ini, latihan fisik selama Diklat dan pembiasaan menjaga stamina harus terus dilakukan hingga masa penugasan di Arab Saudi.

“Niatnya juga diluruskan. Kenapa stamina itu penting? Kan saya sudah berulang kali ya, 90 persen ibadah haji itu pasti ibadah fisik,” ujarnya.

Dahnil mengungkapkan, petugas haji juga akan banyak melayani jemaah lanjut usia, termasuk jemaah perempuan lansia, sehingga dibutuhkan petugas dengan kondisi fisik yang kuat.

“Makanya butuh asistensi dari para petugas yang cukup kuat stamina-nya, paham fikih haji dasarnya, kemudian paham bahasa Arab dasar,” tuturnya.

Bahasa Arab dasar yang dimaksud, lanjut dia, merupakan bahasa Arab praktis yang selama ini diajarkan kepada peserta Diklat.

Sebagai informasi, Diklat PPIH Arab Saudi yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur berlangsung sejak 10 Januari dan akan berakhir hingga 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.600 petugas haji dari sembilan bidang layanan, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah.

Selain pembekalan teknis layanan, peserta Diklat PPIH juga mendapatkan latihan fisik dari fasilitator TNI dan Polri, serta pendidikan bahasa Arab sebagai bagian dari persiapan bertugas melayani jemaah haji di Arab Saudi.