Ummat Islam di Indonesia menentukan awal bulan puasa Ramadhan dengan dua metode yang umum dilakukan, yaitu hisab dan rukyatul hilal atau rukyah. Foto: Ilustrasi/Erakini
JAKARTA, (ERAKINI) - Seluruh umat Islam di dunia akan segera menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Lantas kapan awal Ramadhan 2024/1445 H dimulai?
Ummat Islam di Indonesia menentukan awal bulan puasa Ramadhan dengan dua metode yang umum dilakukan, yaitu hisab dan rukyatul hilal atau rukyah.
Hisab adalah metode yang dilakukan untuk menentukan awal puasa dengan menggunakan perhitungan matematis dan astronomis. Sedangkan rukyah adalah metode penetapan awal Ramadhan berdasarkan pengamatan bulan. Dengan metode ini, hilal akan diamati saat matahari tenggelam dengan penglihatan mata atau bantuan teleskop.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menentukan awal Ramadhan melalui pemantauan hilal atau rukyatul hilal. Demikian juga dengan Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal dalam menentukan awal bulan puasa Ramadhan.
Sementara Muhammadiyah menentukan awal Ramadhan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga membuat prediksi awal Ramadhan 1445 H di Indonesia.
Berikut perkiraan awal Ramadhan 2024/1445 H menurut perhitungan Kemenag, NU, Muhammadiyah, dan BMKG:
1. Kemenag
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag Adib menyebutkan, pihaknya telah menggelar Rapat Persiapan Penetapan Awal Ramadhan di Jakarta, Senin (19/2/2024).
Secara hisab, kata Adib, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadhan jatuh pada Minggu, 10 Maret 2024 M atau bertepatan 29 Syakban 1445 H. Maka itu, Kemenag akan melakukan pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadhan pada 10 Maret 2024. Pemantauan hilal awal Ramadhan 1445 H akan dilakukan di 134 titik seluruh Indonesia.
Rukyatulhilal akan dilaksanakan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Ormas Islam, serta instansi lain di daerah setempat.
Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 1445 H akan dilakukan dengan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis atau hisab, serta hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal.
2. Nahdlatul Ulama (NU)
Sama dengan pemerintah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah (LF) PBNU, akan melakukan rukyatul hilal awal Ramadhan 1445 H pada 10 Maret 2024 atau bertepatan dengan 29 Sya'ban 1445 H.
Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Sirril Wafa mengatakan, rukyatul hilal akan dilakukan secara serentak oleh LFNU daerah di sejumlah titik yang telah ditentukan, meliputi pinggir pantai yang mengarah ke Barat maupun di gedung-gedung tinggi dengan ufuk Barat yang tidak terhalang.
"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, rukyatul hilal serentak dilakukan oleh LF-LF daerah di lokasi rukyat yang telah ditentukan," ujar ulama ahli falak kelahiran Kudus 1 Maret 1960 itu, dikutip dari NU Online.
Ia mengatakan, rukyatul hilal awal Ramadhan 2024 akan dilakukan di 50 hingga 60 titik rukyat yang tersebar di berbagai wilayah, mencakup zona Indonesia Timur, Tengah, dan Barat. Pelaksanaan rukyat dilakukan bersama dengan petugas Kemenag, Pengadilan Agama, BMKG, dan masyarakat.
3. Muhammadiyah
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1445 H pada 11 Maret 2024. Penetapan tersebut berdasarkan pada hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Tarjih dan Tajdid.
Dikutip dari muhammadiyah.or.id, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1445 Hijriah pada 11 Maret 2024 dan Idul Fitri atau 1 Syawal pada 10 April 2024. Penetapan 1 Ramadan dan Idul Fitri itu dinyatakan dalam surat penetapan Hasil Hisab Awal Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijah 1445 H.
4. BMKG BMKG memprediksi ada kemungkinan awal Ramadhan 1445 H di Indonesia berbeda.
Kajian BMKG bertajuk 'Informasi Prakiraan Hilal saat Matahari Terbenam Tanggal 10 dan 11 Maret 2024 Penentu Awal Bulan Ramadhan 1445 H', awal Ramadhan 2024 berpotensi jatuh pada hari yang berbeda sesuai dengan penghitungan yang digunakan.
Menurut BMKG, pada 10 Maret 2024, waktu matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.51 WIT di Waris, Papua. Sementara waktu matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.50 WIB di Banda Aceh, Aceh.
Berdasarkan hal ini, secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal Ramadan 1445 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 10 Maret bagi yang di tempatnya konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam. Serta pada tanggal 11 Maret 2024 bagi yang konjungsinya terjadi setelah Matahari terbenam.
BMKG mengungkapkan prediksi ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 10 Maret 2024 berkisar antara 0,33 derajat di Jayapura, Papua, sampai dengan 0,87 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.
Lalu ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 11 Maret berkisar antara 10,75 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 13,62 derajat di Sabang, Aceh.
BMKG juga memprediksi umur bulan di Indonesia saat matahari terbenam di 10 Maret 2024, berkisar antara -0,15 jam di Waris, Papua, sampai dengan 2,84 jam di Banda Aceh. Sementara umur bulan di Indonesia saat matahari terbenam pada 11 Maret 2024 berkisar antara 23,84 jam di Waris, Papua; sampai dengan 26,84 jam di Banda Aceh.