PBNU Umumkan Jokowi hingga Istri Gus Dur sebagai Dewan Pengampu GKMNU
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) siap menggelar Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2023. Kegiatan pembukaan akan dilaksanakan di Pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur pada Senin (18/9/2023). Di sela-sela agenda pembukaan Munas Alim Ulama, PBNU akan mengumumkan Dewan Pengampu Gerakan Keluarga Maslahah (GKMNU).
“Dewan Pengampu GKMNU yang terdiri dari para tokoh dan sesepuh dari kalangan NU yang nantinya akan menopang mendukung agenda GKMNU. Ini yang sudah kami rancang sebagai suatu gerakan di akar rumput berupa kegiatan di tingkat masyarakat desa dengan melibatkan warga secara langsung untuk mengadres masalah keluarga dengan segala aspeknya,” kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat konferensi pers di Kantor PBNU di Jakarta, Jumat (19/9/2023).
Gus Yahya menambahkan, ada lima orang yang ditunjuk PBNU untuk menjadi Dewan Pengampu GKMNU. Para tokoh tersebut yakni (1) Presiden RI Ir H Joko Widodo, (2) Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, (3) Istri KH Abdurrahman Wahid, Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid, (4) Rais A’am PBNU KH Miftachul Akhyar, dan (5) Wapres RI KH Ma’ruf Amin.
Gus Yahya menerangkan, gerakan keluarga maslahah akan dimulai September 2023. Saat ini struktur kepengurusan Satgas PBNU tersebut sudah ada di tiga provinsi yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Ketiga provinsi ini sudah memiliki struktur hingga di tingkat desa. Sementara di Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan dan Lampung masih dalam tahap konsolidasi.
“Begitu pun dengan provinsi lain, akan segera kami bentuk,” katanya.














