Ayah Eki korban pembunuhan geng motor di Cirebon, Iptu Rudiana (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Kasus pembunuhan gadis 16 tahun asal Cirebon, Vina dan kekasihnya Eki kembali menjadi sorotan publik setelah kisahnya diangkat ke layar lebar berjudul ‘Vina Sebelum 7 Hari’.
Eki yang memiliki nama lengkap Muhammad Rizky Rudiana merupakan anak dari seorang polisi yang berdinas di Kota Cirebon.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi tahun Sabtu 27 Agustus 2016 di seberang SMP Negeri 11, Jl Perjuangan, Kampung Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Setelah viral di media sosial dan tinggi atensi dari masyarakat terkait dengan kasus tersebut. Ayah Eki, Iptu Rudiana akhirnya muncul ke publik dan memberikan penjelasan terkait kasus yang menewaskan anaknya itu.
Ayah Eki muncul lewat video berdurasi 01.59 detik yang diunggah di akun Instagram @rudianabison, Jumat (17/5/2024). Dalam video itu, Rudi meminta agar masyarakat tidak membuat pernyataan-pernyataan yang menyakiti keluarga.
"Saya mohon kepada seluruh warga negara Indonesia, agar jangan membuat kami lebih sakit. Eki adalah anak kandung kami, yang mana menjadi korban daripada kelompok-kelompok yang kejam," katanya.
Rudi merupakan polisi aktif yang kini menjabat Kapolsek Kapetakan Polres Cirebon Kota. Dalam penjelasannya, aa mengaku tidak diam, Rudi bersama dengan Polda Jawa Barat terus berupaya untuk menangkap tiga pelaku yang masih buron.
"Saya tidak diam, saya terus berupaya dan bekerja sama dengan Reskrim. Terbukti, beberapa kami amankan dan sisanya sedang kami perjuangkan untuk dilakukan pengungkapan," kata Rudi.
Dia memohon agar masyarakat tidak memperburuk keadaan dengan asumsi-asumsi yang justru membuat perasaan keluarga lebih sakit.
"Sekali lagi saya mohon doa, mudah-mudahan orang-orang yang telah mengambil nyawa anak saya bisa segera terungkap dan sekali lagi kepada seluruh warga negara Indonesia, agar jangan berasumsi atau memberikan statement yang mungkin lebih membuat kami sakit," kata Rudi.
"Kami cukup yang mengalami. Selama delapan tahun saya berupaya untuk sabar. Saya mohon agar seluruh Indonesia bisa mendoakan anak saya supaya tenang dan juga para pelakunya bisa segera terungkap," sambung dia.
Diketahui, peristiwa pembunuhan itu terjadi tahun Sabtu 27 Agustus 2016 di seberang SMP Negeri 11, Jl Perjuangan, Kampung Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Sebelum dibunuh, Vina dihajar menggunakan balok dan diperkosa secara bergilir oleh 11 orang pria. Vina dihabisi di hadapan kekasihnya, Eki. Tak tega melihat kekasihnya disiksa secara brutal, Eki bermaksud melawan. Namun, apalah daya, Eki langsung tewas dihabisi para pelaku.
Jasad Vina dan Eki ditemukan esok harinya pada Minggu, 28 Agustus 2016. Para pelaku membuang jasad korban ke jalan layang dan mengatur seakan-akan Vina dan Eki merupakan korban kecelakaan.
Pihak kepolisian yang menangani kasus itu menyimpulkan bahwa pelaku pembunuhan sadis itu berjumlah sebelas orang. Polisi berhasil menangkap delapan orang pelaku, sedangkan tiga pelaku lainnya masih menjadi buron hingga hari ini.