Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyiapkan pasukan khusus gabungan untuk mengevakuasi WNI dari Iran maupun Israel, menyusul kondisi perang yang semakin memanas. Foto: Ilustrasi/@91agussubiyanto
"Rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran dan Israel akan melibatkan Tim Crisis Response Team (CRT) yang terdiri dari 34 personel gabungan TNI," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi dalam keterangannya dikutip, Jumat (20/5/2025).
Kristomei mengatakan, sebanyak 34 pasukan itu saat ini masih berada di Jakarta, dan siap menerima perintah kapan saja untuk mengevakuasi WNI dari Israel dan Israel , ataupun ketika sudah sampai di bandara Indonesia.
Kristomei menyebutkan, berdasarkan data Kementerian Luar Negeri saat ini terdapat 578 WNI di wilayah Iran dan Israel. Jumlah itu terdiri dari 386 orang di Iran dan 192 orang di Israel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 115 WNI di Iran dan 11 WNI di Israel bersedia untuk dievakuasi.
"Sebagian besar dari mereka adalah pelajar dan mahasiswa yang tinggal di wilayah-wilayah yang saat ini masuk dalam kategori rawan," kata Kristomei.
WNI dari Iran rencananya berangkat menuju Baku, Ibu Kota Azerbaijan, pada Jumat (20/6) pagi ini pukul 07.00 waktu setempat atau pukul 11.00 WIB.
Sesampainya di Baku, para WNI akan transit selama dua malam sebelum melanjutkan penerbangan pulang ke Indonesia dengan pesawat komersial pada Minggu, 22 Juni 2025.
Sedangkan rencana evakuasi WNI dari Israel direncanakan akan melalui Amman (Yordania), sebelum diberangkatkan melalui jalur udara ke Indonesia.
Kristomei belum bisa menjelaskan secara rinci kapan 34 personel itu berperan dalam proses evakuasi. Dia hanya memastikan para personel TNI itu siap jika harus diberangkatkan ke wilayah rawan untuk mengevakuasi WNI.
Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan bahwa Kemlu sudah menyiapkan rencana evakuasi terhadap WNI di Iran melalui jalur darat. "Pesawat tidak bisa ke sana. Satu-satunya jalur darat," ujar Sugiono di St Petersburg, dikutip dari Antara.
Pemerintah Indonesia menilai situasi semakin tidak kondusif seiring meningkatnya intensitas serangan Israel ke Iran, yang tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga sasaran sipil.
Sebagai langkah antisipasi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sudah melakukan asesmen terhadap rencana evakuasi dan menjalankan langkah-langkah kontingensi. Status kesiagaan di Kedutaan Besar RI di Teheran juga telah ditingkatkan dari Siaga 2 menjadi Siaga 1.
Sugiono mengatakan bahwa komunikasi dengan negara-negara tetangga Iran sudah dilakukan untuk memastikan kemudahan akses lintas perbatasan apabila evakuasi WNI harus dilakukan.
"Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan negara tetangga Iran memohon supaya pada saat terjadi evakuasi nanti, warga negara kita diberi kemudahan melewati perbatasannya karena situasinya juga yang semakin tidak menguntungkan," katanya.
Kedutaan Besar Iran di Jakarta sebelumnaya menyatakan bahwa pemerintah Iran siap memberikan bantuan dan pelayanan untuk proses evakuasi WNI dari negara mereka.
"Jika ada upaya rencana evakuasi WNI untuk meninggalkan Iran, kami siap memberikan asistensi dan pelayanan guna mempermudah proses evakuasi ke tanah air mereka," kata Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat konferensi pers tentang perkembangan terkini kawasan Timur Tengah di kediamannya di Jakarta, Selasa lalu.
Boroujerdi mengatakan pemerintah Iran menjamin dukungan dan perlindungan bagi para WNI yang berada di negara mereka.