Buruh Didorong Jadi Key Opinion Leader untuk Perjuangkan Hak Pekerja
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) menggelar diskusi bertajuk Media Sosial dan Pekerjaan Masa Depan. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor K-Sarbumusi, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/2025).
Non Goverment Program Development Specialist, Pambudhi Margono yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut mengharapkan kehadiran buruh dalam menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial, kata dia, dapat dilakukan memperjuangkan hak-hak buruh melaui peranannya sebagai Key Opinion Leader (KOL).
"Media sosial itu salah satu campaign yang sangat bagus untuk menyuarakan dunia perburuhan," kata Pambudhi Margono.
Pambudhi lalu menyoroti bagaimana isu-isu buruh saat ini masih terbatas dalam lingkup serikat atau federasi buruh. Hal itu mengakibatkan kurangnya perhatian dari masyarakat yang lebih luas. Salah satu contoh isu yang saat ini ramai diperbincangkan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10 ribu pekerja Sritex.
Pambudhi menekankan perlunya figur dari serikat buruh yang mampu menjadi Key Opinion Leader (KOL) di media sosial agar wacana perburuhan memiliki kiblat yang jelas.
"Saya mendorong ada seseorang dari serikat yang mampu menjadi KOL, sehingga isu-isu yang ada di kiblatnya nanti lahir dari Sarbumusi," tuturnya.

















