Jemaah haji Diimbau Tidak Langsung Tawaf Ifadhah usai Prosesi di Armuzna
Fajar WH
MAKKAH, (ERAKINI) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji 2924 yang sudah kembali ke hotel masing-masing usai melaksanakan puncak haji, agar tidak langsung melaksanakan tawaf ifadhah.
"Menunda pelaksanaan tawaf ifadhah dan sa'i hingga jemaah telah pulih dan bugar kembali," ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Khalilurrahman di Makkah, Selasa (18/6/2024).
Khalil mengimbau para Jemaah sesampainya di hotel agar beristirahat yang cukup dan menjaga kebugaran fisik. Sebab, puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, sangat menguras tenaga, baik fisik maupun mental.
Di samping itu, bus shalawat baru akan kembali beroperasi pada 20 Juni 2024. Bus shalawat ini biasa mengantarkan jemaah Indonesia dari hotel menuju terminal termal syib amr dan ajyad selama 24 jam.
"Tidak melakukan aktifitas yang menguras tenaga, seperti ziarah atau umrah sunnah berulang kali," kata dia.
Selain itu, Khalil juga meminta jemaah yang akan pulang ke Indonesia atau ke Madinah mencermati rencana kepulangan dan menuntaskan tawaf ifadhah dan sa'i sebelum pulang.
Jemaah lanjut usia, risiko tinggi, dan sakit serta jamaah perempuan yang sedang haid, gugur kewajiban tawaf wada-nya dan tidak dikenakan Dam.
















