Kualitas Udara Kota Jakarta Minggu Pagi Terburuk Ketiga Dunia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Kualitas udara Jakarta berada di peringkat ketiga terburuk di dunia pada Minggu (13/9/2026) pagi, dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) masuk kategori tidak sehat.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 07.30 WIB, Jakarta berada di bawah Kinshasa, Kongo, yang menempati peringkat pertama dengan AQI 183, dan Kucing, Malaysia, di posisi kedua dengan AQI 157.
Sementara itu, Jakarta di posisi ketiga dengan AQI 157. Dhaka, Bangladesh, menempati posisi keempat dengan AQI 147, disusul Doga, Irak, di peringkat kelima dengan AQI 145.
Polutan utama yang terdeteksi di Jakarta adalah partikel halus PM2,5 dengan konsentrasi mencapai 65,3 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara Jakarta berada pada tingkat yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.
IQAir merekomendasikan masyarakat untuk mengurangi paparan polusi udara dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga disarankan menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar serta menggunakan alat penyaring udara di dalam ruangan.
Dalam klasifikasi kualitas udara, konsentrasi PM2,5 pada rentang 0-50 masih tergolong baik dan tidak memberikan dampak berarti terhadap kesehatan manusia maupun hewan.
Sementara itu, peningkatan konsentrasi PM2,5 dapat menyebabkan kualitas udara masuk kategori yang lebih buruk, mulai dari tidak sehat bagi kelompok sensitif hingga berbahaya bagi masyarakat secara umum.















