Ketua Prodi PAI FITK UIN Jakarta, Dr Suwendi, (keempat dari kanan) dalam kegiatan Pelatihan Penulisan Buku (Foto: UIN Jakarta)
CIPUTAT, (ERAKINI) - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil mengantarkan empat proposal antarperguruan tinggi keagamaan Islam ke kompetisi riset Badan Riset dan Inovasi Nasional () 2026.
Empat proposal tersebut merupakan hasil program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan detasering dosen dan sivitas akademika Prodi PAI FITKUIN Jakarta. Program ini melibatkan dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), khususnya di wilayah Jabodetabek.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah I, Prof Asep Saepuddin Jahar, mengapresiasi langkah Prodi PAI FITK dalam membangun budaya riset dan kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi.
"Ini merupakan model gerakan strategis bagaimana program studi mampu memberikan dampak kepada sesama dosen, tidak hanya di lingkungan internal tetapi juga kepada dosen-dosen PTKIS. Para dosen diajak meningkatkan literasi produktivitas dalam menulis dan melakukan riset yang menjadi bagian integral dari tridarma perguruan tinggi," ujar Prof Asep dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, inisiatif tersebut layak menjadi contoh bagi program studi lain untuk memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Apresiasi juga disampaikan Dekan FITKUIN Jakarta, Siti Nurul Azkiyah. Ia menilai kegiatan detasering yang berfokus pada peningkatan produktivitas menulis dan riset merupakan program inovatif yang memberikan dampak nyata.
"Kerja-kerja akademik yang dilakukan secara sukarela ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas SDM, baik di lingkungan UIN Jakarta maupun PTKIS. Semakin tinggi produktivitas dosen dalam menulis dan meneliti, semakin besar pula kontribusinya terhadap peningkatan mutu institusi," kata Siti Nurul Azkiyah.
Sementara itu, Ketua Prodi PAI FITKUIN Jakarta, Dr Suwendi, menjelaskan bahwa kegiatan detasering dosen telah berlangsung secara rutin sejak 15 Januari 2026. Kegiatan tersebut digelar setiap Rabu di Kampus UIN Jakarta dengan fokus pada pendampingan riset, penulisan artikel ilmiah, penyusunan buku akademik, hingga perolehan hak kekayaan intelektual (HKI).
"Semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis dengan modal semangat belajar, menulis, dan meneliti. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti BRIN, kami berhasil menghasilkan sejumlah artikel ilmiah, hak kekayaan intelektual, dan dalam satu bulan terakhir empat proposal riset kolaboratif yang telah disubmit ke BRIN," ujar Dr Suwendi.
Guru Besar UIN Jakarta itu mengungkapkan, setiap proposal melibatkan sekitar tujuh peneliti dari berbagai perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya menghasilkan proposal riset, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan penguatan jejaring akademik antardosen.
Adapun empat proposal yang diajukan ke kompetisi riset BRIN 2026 mengangkat tema-tema strategis, yakni pengembangan model ketahanan psikospiritual berbasis nilai-nilai Islam untuk pencegahan dan penanganan gaming disorder pada siswa di Pulau Pari.
Tema kedua adalah pengembangan model PAUDQU Tangguh berbasis integrasi literasi Qurani, numerasi awal, dan pembelajaran sosial emosional guna memperkuat karakter, resiliensi, serta kesiapan sekolah anak usia dini menuju Indonesia Emas 2045.
Proposal ketiga meneliti ketahanan publik dalam kehidupan keagamaan komunitas Sunni dan Syiah di Indonesia. Sementara proposal keempat berfokus pada pengembangan model manajemen mutu terpadu berbasis Total Digital Governance untuk mempercepat terwujudnya perguruan tinggi unggul.
Dr Suwendi berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika perguruan tinggi keagamaan Islam untuk terus memperkuat budaya kolaborasi, riset, dan publikasi ilmiah.
"Kami berharap inisiatif ini menjadi pembelajaran berharga dan mendorong lahirnya lebih banyak kolaborasi akademik yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan pendidikan Islam di Indonesia," tuturnya.