Adhi Makayasa merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada taruna terbaik selama menempuh pendidikan di Akpol. Penghargaan Adhi Makayasa untuk Brigadir Kepala Taruna (Brigkatar) Harindra Arsandho Tegarbaja diumumkan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58, di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat 10 Juli 2026.
Tegarbaja merupakan alumni SMA Taruna Nusantara tahun 2023 (TN 31). Tegarbaja menjadi lulusan yang berhasil meraih predikat sebagai Taruna dengan nilai kumulatif tertinggi dari seluruh aspek (akademik, karakter, dan jasmani).
Keberhasilannya menjadi Lulusan TerbaikAkpol Angkatan ke-58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita, bukan saja menjadi kebanggaan kedua orang tuanya, namun juga keluarga besar SMA Taruna Nusantara dan daerahnya Nusa Tenggara Barat (NTB).
Adhi Makayasa adalah putra asli Lombok, NTB. Harindra merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan Suhartono Tumiran dan Baiq Indira Rahmi, warga Gerung, Lombok Barat.
Lulusan SMPN 2 Mataram ini merupakan atlet taekwondo. Harindra mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian tersebut setelah menjalani pendidikan selama kurang lebih tiga tahun di Akpol. Menurutnya, masa pendidikan telah memberikan banyak pengalaman, ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter yang menjadi bekal untuk mengabdi sebagai perwira Polri.
"Saya sangat bangga bisa menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian. Banyak pengalaman dan ilmu yang saya peroleh untuk menjadi perwira Polri di masa depan. Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus saya pertanggungjawabkan," ujar Harindra, dikutip dari unggahan vidoo Instagram @humasakpol, Selasa (21/7/2026).
Sebelum menempuh pendidikan di Akpol, Harindra digembleng di SMA Taruna Nusantara Magelang. Selama bersekolah di sana, ia mengikuti berbagai program pembinaan yang memperkuat kemampuan akademik, kepemimpinan, dan kedisiplinan.
"Saya di sana (SMA Taruna Nusantara) mengejar beberapa program yang diberikan terkait dengan Panda Khusus (panitia seleksi penerimaan calon prajurit TN), karena yang saya dengar SMA Tarunan Nusantara ini mencetak banyak-banyak orang hebat. Jadi, dengan masuk ke sana saya merasa kesempatan saya untuk menjadi seorang perwira TNI," jelasnya.
Awalnya, Harindra memang ingin menjadi perwira TNI melalui jalur Akademi Militer (Akmil). Ia sempat mengikuti seleksi. Namun takdir berkata lain. Ia belum berhasil lolos.
"Selanjutnya karena masih di tahun yang sama, pada waktu itu bulan Januari 2023, karena pendaftaran untuk di Akpol pada tahun itu masih dibuka, jadi saya langsung memiliki pandangan untuk mencoba di matra yang lain, di Akademi Kepolisian. Kebetulan pada saat tes wilayah, saya mendapatkan ranking satu di pengiriman Poldai NTB sebelum diberangkatkan ke pusat," ucapnya.
Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Pada seleksi tingkat daerah, Harindra berhasil meraih peringkat pertama di Polda NTB sehingga berhak mengikuti seleksi tingkat pusat di Akademi Kepolisian, Semarang.
Dukungan Besar Orang Tua
Harindra menegaskan, keberhasilannya tidak lepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga, terutama kedua orang tuanya yang sejak kecil membentuk karakter disiplin dan pantang menyerah.
"Saya berterima kasih sebesar-besar kepada orang-orang terdekat saya, terutama keluarga saya sendiri, orang tua, ayah, ibu, saudara, dan rekan-rekan seperjuangan saya selama melaksanakan pendidikan di Akademik Kepolisian," tandasnya.
Harindra mengungkapkan bahwa ayahnya merupakan seorang pelatih bela diri yang telah melatih dirinya sejak masih kecil. Bekal tersebut menjadi modal penting dalam menjalani pendidikan kepolisian yang menuntut disiplin, ketahanan fisik, serta mental yang kuat.
Ia menyampaikan rasa syukur karena dilahirkan di keluarga yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap cita-citanya.
"Saya merasa bangga dilahirkan di keluarga ini. Saya berterima kasih kepada ayah dan ibu saya telah mendidik saya dan mensupport saya selama ini sehingga bisa menjadi seorang yang hebat seperti sekarang. Terima kasih banyak bapak, ibu. Terima kasih banyak atas segala jerih payah yang kalian berikan kepada saya. Mungkin hanya ini yang bisa saya berikan kepada kalian," ucapnya.
Sang ayah, Suhartono mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih putranya. Suhartono membeberkan bahwa pembentukan karakter Harindra sudah dilakukan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Bersama adiknya yang kini juga menempuh pendidikan di Akpol, Harindra dibiasakan menjalani latihan fisik dan pembinaan mental secara rutin.
"Kami membina anak-anak sejak kelas satu SD. Mereka kami arahkan menjadi atlet taekwondo, bukan hanya untuk prestasi olahraga, tetapi juga untuk membentuk karakter, disiplin, dan mental yang kuat," ujarnya.
Setiap hari, lanjut Suhartono, kedua anaknya dibiasakan melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid sebelum menjalani latihan fisik.
"Kami ingin menanamkan pendidikan moral sejak dini. Setelah salat Subuh, mereka berlatih sebelum berangkat sekolah. Dari kebiasaan itu tumbuh disiplin dan tanggung jawab," katanya.
Ia berharap prestasi yang diraih Harindra menjadi awal pengabdian sebagai anggota Polri yang menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.
"Yang jelas ini adalah awal yang baik, terutama untuk melangkah ke depannya, sehingga harus tetap jujur, tetap bersemangat, kemudian tetap menjaga integritas. Terutama salat lima waktunya, harus tetap dijaga," tandasnya.