Anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK, menjadi sorotan publik setelah kehadirannya dalam acara Miss Equality World di Thailand. Foto: Ist/FB
JAKARTA, (ERAKINI) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK, menjadi sorotan publik setelah kehadirannya dalam acara Miss Equality World di Thailand. Miss Equality World diketahui berkaitan dengan kontes yang melibatkan peserta transgender atau .
Kehadiran AWK menuai perhatian setelah foto dan video dirinya beredar di media sosial. Dalam sejumlah dokumentasi tersebut, AWK terlihat mengenakan pakaian adat Bali dan menerima penghargaan dari panitia acara.
Kehadiran AWK dalam kegiatan tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Menanggapi sorotan tersebut, AWK memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Ia mengatakan, keberangkatannya ke Thailand bertujuan memenuhi undangan sekaligus menerima penghargaan dari MS Organizer, sebuah komite yang bergerak di bidang pariwisata.
“Dalam acara itu berbagai kalangan mungkin yang dianggap normal dan tidak normal. Kita tahu Thailand seperti apa kan. Saya sebagai tamu tidak berhak mengomentari panitianya siapa, kemudian gendernya apa. Itu etika,” kata AWK dalam unggahannya, dikutip Kamis (3/9/2026).
AWK juga menegaskan kehadirannya dalam acara tersebut tidak dilakukan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD RI. Ia menyebut dirinya hadir sebagai tokoh budaya dan pariwisata Bali serta Presiden Hindu Center of Indonesia.
Menurut AWK, kehadirannya lebih diarahkan pada upaya membangun hubungan sekaligus memperkenalkan Bali kepada masyarakat internasional.
“Kalau dari Arya Wedakarna pragmatis saja, bagaimana mendatangkan banyak turis ke Bali, bagaimana Bali menjadi tempat yang ramah,” ujarnya.
AWK menjelaskan, acara tersebut turut dihadiri delegasi dari sekitar 15 negara. Menurut AWK, para delegasi memiliki ketertarikan terhadap Bali sehingga kehadiran dalam forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Pulau Dewata.
Tidak Mengetahui Kontes Miss Equality World AWK mengaku tidak mengetahui secara detail bahwa rangkaian kegiatan yang dihadirinya berkaitan dengan kontes Miss Equality World.
Ia menyebut dirinya hanya memenuhi undangan, menghadiri acara, dan menerima penghargaan yang diberikan panitia.
“Mengenai pemilihan Miss macam-macam, saya enggak paham karena mungkin itu rangkaian. Jadi, saya duduk, hadir, menerima penghargaan, ya sudah pulang,” kata AWK.
Beredar sejumlah foto yang memperlihatkan dirinya berada dalam acara bersama para peserta dan tamu undangan. Selain kehadirannya, keberadaan seorang pria berseragam TNI yang tampak mendampingi AWK juga menjadi perhatian publik.
AWK menjelaskan pria tersebut merupakan ajudan yang bertugas mendampinginya selama berada di Thailand. Keberadaan ajudan tersebut tidak berkaitan dengan agenda kontes.
“Memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya,” kata AWK.
Menurut AWK, pengawalan tersebut berkaitan dengan aspek keamanan selama kunjungannya ke Thailand. Kondisi keamanan di kawasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dirinya tetap mendapat pendampingan.
“Thailand kan lagi rawan ya. Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja,” katanya.
AWK juga menyinggung adanya pemberitaan mengenai ledakan dan penembakan di sejumlah wilayah. Karena itu, menurut dia, pengawalan melekat merupakan bagian dari tugas pengamanan selama berada di Thailand.