Masjid Raya Sheikh Zayed di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Nusukan, Kota Solo. Foto: Kemenag
SOLO, (ERAKINI) - Kota Solo, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata religi yang menarik dengan hadirnya Masjid Raya Sheikh Zayed. Berdiri megah, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menghadirkan keindahan arsitektur Timur Tengah yang memukau dan paduan harmonis dengan kearifan lokal Indonesia.
Selama Ramadhan 2024, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menggelar berbagai kegiatan dalam serangkaian Festival Ramadhan. Masjid Raya Sheikh Zayed juga menyediakan 10 ribu takjil gratis untuk masyarakat umum setiap hari.
Masjid Raya Sheikh Zayed terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Nusukan, Kota Solo, dan menempati lahan bekas Depo Pertamina. Dengan luas bangunan mencapai 8.000 meter persegi, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mampu menampung hingga 10.000 jemaah.
Masjid Raya Sheikh Zayed menawarkan keindahan yang luar biasa. Apalagi pada malam hari, tata cahaya lampu mencerminkan bentuk seni bangunan masjid, dengan suasana di Timur Tengah. Masjid berdiri di tanah Jawa tetapi suasananya di Timur Tengah sangat indah.
Masjid ini merupakan replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque yang berada di Abu Dhabi, UEA, sehingga desainnya dirancang mirip dengan aslinya. Kemegahan masjid tersebut diharapkan berdampak pada kualitas ibadah, orang bisa lebih khusuk mengagumi ciptaan Allah, lebih tenang dalam beribadah dan menjadi pusat keramaian, bukan hanya wisata religi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial.
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang mengagumkan. Beberapa di antaranya Ruang VIP untuk memberikan pengalaman istimewa kepada para jemaah yang menginginkannya.
Tersedia juga perpustakaan dengan luas 20 meter persegi. Perpustakaan ini menyediakan bahan bacaan yang mendalam mengenai Islam. Lahan parkir juga luas. Dengan kapasitas hingga 29 bus, fasilitas ini memastikan kenyamanan akses bagi pengunjung yang datang dalam jumlah besar.
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo juga mengedepankan aksesibilitas bagi jemaah disabilitas dengan membangun fasilitas difabel yang memadai. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua individu, tanpa kecuali, dapat menikmati keindahan dan makna yang terdapat dalam masjid ini.
Pembangunan masjid ini merupakan rangkaian panjang dari lobi internasional antara Pemerintah Indonesia dengan UEA. Pembangunan masjid itu bermula saat Pangeran UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengunjungi Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, sang Pangeran berjanji menghadiahi Presiden Jokowi sebuah masjid yang dibangun di kota kelahirannya, Solo.
Pemerintah kemudian mulai melakukan pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Desember 2020. Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed berkonstruksi dan ornamen bangunan Negara Timur Tengah. Masjid ini sekaligus simbol persahabatan Indonesia dengan UEA.
Masjid Raya Sheikh Zayed Soli diresmikan Presiden Jokowi pada 14 November 2022. Acara peresmian masjid termegah di Indonesia tersebut juga dihadiri Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan bersama pejabat negara UEA.
Masjid ini terbuka untuk umum. Hanya, Masjid Sheikh Zayed merupakan tempat ibadah, sehingga masyarakat yang datang ke tempat itu harus menaati aturan.
Para jemaah diharapkan mematuhi aturan-aturan yang berlaku saat berada di lingkungan masjid. Termasuk adanya pemeriksaan barang bawaan, berpakaian sopan, menggunakan penutup kepala bagi perempuan, serta menjauhi aktivitas makan dan minum di dalam area masjid.