Masjid Raya Al Jabbar sangat menarik untuk tujuan wisata religi saat Ramadhan 1445 H ini. Masjid ini memiliki beberapa keunikan dan keistimewaan. Foto: Masjid Raya Al Jabbar
Selama bulan suci Ramadan 2024, Masjid Raya Al Jabbar menghadirkan beberapa program untuk para jemaah. Selain menggelar salat tarawih, Masjid Raya Al Jabbar juga menyediakan takjil atau hidangan untuk berbuka puasa secara gratis. Pemberian takjil secara gratis ini disediakan setiap hari selama bulan Ramadan.
"Masjid Raya Al Jabbar setiap harinya menyediakan takjil untuk masyarakat, sesuai kemampuan. Tapi kita usahakan per hari itu untuk 1.000 orang, karena melihat animo tinggi ya," ujar Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Faiz Rahman,Senin (11/4/2024).
Masjid Raya Al Jabbar berada di Jalan Cimencrang No 14, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. Masjid yang dirancang mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini memiliki beberapa keunikan dan keistimewaan. Seperti arsitektur ikonik, masjid terapung, empat menara, ruang salat monumental, museum, tata cahaya, pusat edukasi dan rekreasi edukasi.
Masjid Raya Al Jabbar mulai didesain tahun 2015 oleh Ridwan Kamil. Usulan pendirian masjid didasari beberapa alasan. Pertama, Jawa Barat sebagai sebuah provinsi belum memiliki Masjid Raya tingkat Pemerintah Daerah Provinsi.
Kedua, Jawa Barat adalah sebuah provinsi dengan jumlah penduduk pemeluk agama Islam terbanyak di Indonesia. Ketiga, Jawa Barat juga memerlukan masjid besar yang dapat membanggakan warganya. Masjid Al Jabbar kemudian diresmikan oleh Ridwan Kamil pada 30 Desember 2022.
Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar dirancang dari perpaduan arsitektur modern kontemporer dengan aksentuasi masjid Turki yang dihiasi seni dekoratif khas Jawa Barat.
Bangunan utama masjid tidak memisahkan dinding, atap, dan kubah, melainkan hasil peleburan ketiganya menjadi satu bentuk setengah bola raksasa.
Ketiga sisi bangunan masjid dikelilingi sebuah danau besar yang, ibarat cermin, merefleksikan masjid menjadi berbentuk bulat utuh.
Pada malam hari, kerlip tata cahaya menambah keindahan masjid. Selain keindahan, danau memiliki fungsi penting lain; sebagai retensi banjir sekaligus penyimpan air.
Luas dan tingginya lantai salat dihiasi 27 relung terbuat dari relief tembaga yang ditempa dengan halus oleh tangan-tangan terampil para perajin yang sangat tekun.
Relief berupa motif batik ini mewakili tiap kota dan kabupaten yang sekaligus mengekspresikan kekayaan seni masyarakat Jawa Barat. Lantai di bawah mezanin diterangi lampu kuningan karya perajin Gentur, Cianjur, dengan warna keemasannya yang mampu memberi rasa mewah.
Di bagian dinding sisi barat, terdapat mihrab yang terhubung hingga mahkota di pucuk langit-langit yang melambangkan bahwa hanya kepada Allah SWT manusia meminta.
Keistimewaan lainnya ada pada lantai dasar atau ma’rodh yang berisi museum sejarah Rasulullah SAW, sejarah perkembangan Islam di tanah air, dan sejarah Islam di Jawa Barat. Hal ini menjadikan Masjid Raya Al Jabbar sebagai satu-satunya masjid di Indonesia yang memiliki pusat edukasi berupa museum dengan penggunaan teknologi digital terkini.
1. Arsitektur Ikonik
Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar berbeda dari arsitektur masjid yang biasa ditemukan sehari-hari. Bentuknya seperti setengah bola raksasa yang berukuran 99 x 99 meter dengan tinggi 40 meter.
Dengan bentuk yang sama dan konsisten dari sisi manapun membuat arsitektur masjid ini ikonik. Istimewanya lagi, masjid ini berdiri tanpa satupun kolom penyangga.
2. Masjid Terapung
Apabila dilihat dari kejauhan, bangunan masjid akan tampak terapung di atas air. Namun, faktanya masjid ini dibangun dengan air yang mengelilinginya di empat sisi. Pantulan bentuk masjid yang sempurna di air danau pun semakin mendukung kesan terapung yang dihadirkan di Masjid Raya Al Jabbar.
3. Empat Menara
Bangunan Masjid Raya Al Jabbar dikelilingi oleh empat menara yang menjulang setinggi 99 meter. Selubung yang membungkus menara ini membuatnya terlihat seperti tiang dengan tekukan-tekukan. Menariknya lagi, warna biru, kuning, dan ungu di menara bisa menyala di malam hari.
4. Ruang Shalat Monumental
Besar dan tingginya ruang salat, ditambah lagi tidak ada kolom-kolom yang menghalangi, membuat ruangan menjadi monumental. Ketika memasuki ruangan, jemaahakan merasa sangat kecil.
Terlebih dengan adanya lafaz Allah yang berukuran besar tepat di atas kepala jemaah. Kehadirannya semakin meyakinkan jemaah akan kebesaran Allah SWT yang segala rahmat-Nya tidak akan berhenti untuk diberikan kepada tiap hamba-Nya.
5. Ekspresikan 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat
Sebagai masjid milik warga Jawa Barat, area salat dikelilingi oleh 27 relung yang merepresentasikan jumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Tiap relung akan mewakili tiap kota dan kabupaten melalui motif batiknya yang dibuat dari plat tembaga dan dipahat secara manual oleh para perajin lokal.
6. Karya Seni Ratusan Perajin Lokal Masjid Raya Al Jabbar dipenuhi dengan beragam karya seni dari berbagai bahan. Pembuatan kerajinan tangan tersebut melibatkan ratusan perajin lokal.
Terdapat mozaik untuk paviliun wudu dan di bawah lantai mezanin, lampu Gentur di bawah mezanin, kerajinan tembaga di relung, kaca patri untuk koridor, kuningan di bagian railing dan mihrab, kayu jati untuk railing dan rak Al-Quran, serta standing AC.
7. Masjid Dilengkapi Galeri
Selain sebagai tempat ibadah, di bawah lantai salat Masjid Raya Al Jabbar juga akan menyuguhkan museum Rasulullah SAW serta sejarah Islam di Jawa Barat dengan penggunaan teknologi digital.
8. Tata Cahaya Berganti Warna
Pesona Masjid Raya Al Jabbar tidak akan ada kata selesai untuk dinikmati. Apalagi jika berkesempatan untuk menikmati suasananya pada malam hari. Koridor masjid mulai memancarkan warna kekuningan.
Pada bangunan utama dan menaranya, lampu-lampu juga mulai menyala dan tunggu hingga pengunjung akan bisa melihatnya berganti warna. Jangan ketinggalan pula, mendongaklah untuk melihat makara di atas bangunan, dia juga akan terus berganti warna!
9. Pusat Edukasi Dan Rekreasi Religi
Dengan keragaman fasilitas menarik yang akan disediakan, Masjid Raya Al Jabbar dirancang untuk menjadi pusat edukasi dan rekreasi religi baru bagi masyarakat.
Selain museum yang akan menampilkan sejarah Rasulullah SAW beliau dari lahir hingga wafat dan sejarah Islam di Jawa Barat, masjid juga akan menyediakan perpustakaan. Taman di luar area salat juga bisa menjadi sarana edukasi untuk anak-anak.
10. Lantai Mezzanine
Lantai yang berada di atas area salat utama ini dikhususkan untuk area salat jemaah perempuan. Dengan pemandangan yang berbeda, abadikan momen dengan latar lafaz Allah dan interior masjid yang indah.
11. Relung
Sebelum meninggalkan area salat, berhentilah di tiap relung. Relung ini berjumlah 27 buah yang merepresentasikan 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tiap guratan dalam relung merupakan karya ratusan pengrajin dari Boyolali yang dikerjakan manual.
12. Sculpture Al Jabbar
Siapa sangka bahwa karya seni yang menyambut kita di area depan adalah lafaz Al Jabbar yang dipelintir? Inilah karya salah satu seniman asal Bandung. Berlatarkan patung Al Jabbar sekaligus bangunan masjid secara utuh, ini bisa spot foto terbaikmu!
13. Minaret
Empat minaret yang berada di sudut-sudut masjid didesain dengan kulit. Kulit minaret dihiasi dengan warna-warna yang senada dengan kaca bangunan masjid.
14. Makara
Bagian puncak masjid didesain dengan elemen tusuk sate seperti yang terdapat pada Kantor Gubernur Jawa Barat. Lima bola pada tusuk sate melambangkan lima rukun Islam.
15. Royal Crown
Royal Crown berada di puncak plafon area salat masjid. “Mahkota” ini berupa kaligrafi lafaz “Allah” yang berukuran sangat besar dan menggantung ke bawah.
16. Kaca Warna Warni
Kulit masjid dibuat dari kaca warna-warni, yakni biru, kuning, dan ungu. Cahaya matahari yang menembus kaca memberikan pemandangan yang menarik di dalam lantai ruang salat.