Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat menyematkan medali Kartika Astha Brata atau Lulusan Terbaik IPDN tahun 2025 kepada Suwandi, di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (28/7/2025). Foto: Tangkapan Layar YouTube Humas IPDN.
SUMEDANG, (ERAKINI) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian resmi melantik 1.110 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (28/7/2025). Yang menarik, atau peraih adalah anak pedangang bakso.
Tito yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam amanatnya menyampaikan bahwa dari 1.110 Pamong Praja Muda yang dilantik, 10 Lulusan Terbaik berasal dari keluarga biasa. Bahkan, peraih medali Kartika Asta Brata, berasal dari keluarga pedagang bakso. Dia adalah Suwandi, putra daerah asal Buton, Sulawesi Tenggara.
“Dari 10 yang terbaik, saya sudah bertemu langsung, adalah anak-anak orang biasa, bukan anak-anak orang besar," ujar Tito dipantau dari siaran langsung kanal YouTube Humas IPDN.
"Juara satu itu, tadi saya berikan kalung, medali, Suwandi, berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara, itu adalah anak tukang (pedagang) bakso. Yang lainnya, ada anak petani, yang 10 besar di sana ada juga anak-anak dari ASN eselon IV, dan lain-lain, ada yang buka warung kelontong orang tuanya," beber Mendagri.
Menurut Tito, hal ini membuktikan bahwa rekrutmen IPDN Angkatan XXXII yang diselenggarakan pada 2021, berhasil. Para Pamong Praja Muda yang diterima masuk IPDN murni karena kemampuan dan hasil tes yang baik, bukan karena melihat latar status dan pekerjaan orang tuanya.
Dirangkum Erakini, Suwandi merupakan putra Kambula-bulana, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Kedua orang tuanya, Samin dan Wa Mesi, sehari-harinya memang bekerja sebagai pedagang jajanan makanan rumahan.
Suwandi lahir di Pasarwajo, 2 Desember 2003. Ia mengenyam pendidikan dasar di SDN 2 Pasarwajo (sekarang SDN 15 Buton). Kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP 1 Pasarwajo (sekarang SMPN 1 Buton), dan lanjut ke SMAN 1 Pasarwajo.
Ia lalu menempuh Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan di IPDN dan lulus dengan IPK 3,87 atau predikat cumlaude dengan pujian. Selain itu, Suwandi juga meraih penghargaan Kartika Sabta Abdi Praja 1 Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik Fakultas Manajemen Pemerintahan.
Menariknya, Suwandi lulus tanpa skripsi. Kok bisa? Suwandi menceritakan, ia bisa lulus tanpa skripsi karena menulis banyak jurnal. Ia melakukan publikasi di jurnal Aspirasi DPR terindeks SINTA 2.
"Judul yang saya angkat di artikel tersebut yaitu Persepsi Masyarakat Mengenai Nilai-nilai Integritas Konstitusi Martabat 7 dalam Layanan ASN di Kabupaten Buton," kata Suwandi dikutip dari akun Instagram @humasipdn.id.
Suwandi juga melakukan publikasi di beberapa jurnal, di antaranya The Relevance of Islamic Values in the Martabat Tujuh Constitution: A Study of the Code of Ethics and Conduct for Civil Servants; Systematic Review: The Role of E-Government and Human Resources Management In Corruption Prevention In Indonesia; dan Systematic Literature Review of Syariah Regional Regulations Maqashid Syariah Perspective.
Selain itu, publikasi jurnal Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Potensi Teknologi Inovasi dan Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah; dan Pengukuran Kualitas Layanan Informasi Website Berbasis Digital. “Artikel-artikel itu dipublikasikan dan dapat dilihat di Google Scholar dengan keyword SuwandiIPDN,” pungkasnya.