Mau Liburan Nataru? Waspadai Cuaca Ekstrem saat Berkendara
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi cuaca ekstrem dan diprediksi masih berlangsung saat libur Natal 2025 dan Tahun 2025 (Nataru). Cuaca ekstrem ini berpotensi menganggu kelancaran arus transportasi seluruh moda.
Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk selalu memperbaharui informasi prakiraan cuaca sebelum berpergian selama periode Nataru. Hal ini penting sebagai langkah antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem yang melanda di sejumlah wilayah Indonesia.
"Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Maka dari itu kami meminta masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG yang selalu diperbarui secara berkala. Peringatan dini cuaca akan disampaikan, sepekan dan diulang tiga hari sebelum kejadian, bahkan hingga tiga jam sebelum kejadian cuaca ekstrem," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya dikutip, Jumat (6/12/2024).
Berdasarkan survey yang dilakukan Kementerian Perhubungan, diprediksi sebanyak 110,67 juta orang akan melakukan perjalanan musim libur Nataru 2024/2025. Mayoritas pelaku perjalanan tersebut menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil dan motor, sehingga sangat rentan menghadapi cuaca ekstrem dalam perjalanannya.
Dwikorita menyampaikan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi terjadi hingga Maret-April 2025. Hal ini dipengaruhi oleh fenomena La Nina Lemah yang dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20 persen.
Selain itu, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi Cold Surge (seruakan udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, juga diproyeksikan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru ().


















