Kejagung Geledah Kantor GOTO, Terlibat Korupsi Pengadaan Laptop?
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya buka suara setelah kantor perusahaan mereka di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, digeledah oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa, 8 Juli 2025.
Penggeledahan ini terkait dengan penyidikan dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek era Presiden Jokowi.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Public Affairs dan Communications GOTO, Ade Mulya, menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan bersikap kooperatif terhadap seluruh langkah aparat penegak hukum.
“GoTo menghormati proses hukum yang sedang berjalan sebagai bagian dari upaya mendukung penegakan hukum. Kami bersikap kooperatif dan mengikuti arahan dari pihak berwenang,” kata Ade dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (11/7/2025).
Ade juga menegaskan bahwa GOTO sebagai perusahaan publik berkomitmen untuk menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik dan transparan.
“Sebagai perusahaan publik, kami selalu mengedepankan asas tata kelola perusahaan yang baik, akuntabel, dan transparan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan penyidik di kantor GOTO pada Selasa lalu. Ia menjelaskan bahwa dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti.
“Penyidik telah melakukan serangkaian penggeledahan di salah satu tempat,” kata Harli kepada wartawan di Kompleks , Jakarta Selatan, Jumat (11/7/2025).

















