Search

Gus Yahya Sowan Ke Garut dan Tasikmalaya, Tegaskan Libatkan Kiai Sepuh di Muktamar Ke-35 NU

GARUT, (ERAKINI) - Komitmen untuk melibatkan kiai-kiai sepuh dalam perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar Agustus mendatang ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Sebagai wujud komitmennya, Gus Yahya yang merupakan Putra Kiai Cholil Bisri itu sowan ke beberapa Kiai Khos NU di Garut dan Tasikmalaya Jawa Barat, Jumat (1/5/2026).

Di antara para kiai yang Gus Yahya sowani antara lain, KH Nuh Addawami, Pimpinan Ponpes Nurul Huda Cibojong Garut, KH Ubaidillah Ruhiyat Cipasung Tasikmalaya, Kiai Abdul Basith Wahab, Sukahideng Tasikmalaya dan Kiai Tantowi Jauhari Musaddad Pimpinan Ponpes Musadaddiyah Garut. 

Kepada para Kiai kharismatik NU itu, Gus Yahya selain malaporkan persiapan Mukhtamar NU dan dinamika yang berkembang termasuk soal usulan lokasi Muktamar yang muncul dari banyak kyai dan pengurus PWNU. 

Selanjutnya, yang lebih penting, menurut Gus Yahya, adalah soal kesiapan kepesertaan Mukhtamar yang tidak boleh meninggalkan PW dan PCNU yang SK nya masih belum terbit. "Karena kedaulatan Muktamar itu adalah milik PCNU dan PWNU saya minta itu diselesaikan dulu secepatnya. Jangan sampai ada PW dan PCNU yang terhalangi menjadi peserta Muktamar karena SK nya belum selesai," kata Gus Yahya. 

Atas banyaknya usulan yang berkembang terkait lokasi, Gus Yahya menegaskan sudah mendorong agar segera digelar rapat pleno untuk menetapkan Konbes dan Munas sebagai rangkaian wajib dari pelaksanaan Mukhtamar. 

"Saya ingin melibatkan semua kiai-kiai sepuh, para Masyayikh agar ikut bermusyawarah terkait rencana Muktamar NU," kata Gus Yahya yang juga mantan juru bicara Gus Dur itu. 

Dalam kesempatan sowan para kiai sepuh itu, Gus Yahya didoakan secara khusus agar sukses dan Muktamar berjalan baik. 

Kuai Nuh Addawami misalnya meminta agar sebelum Muktamar digelar, PBNU mendorong PC-PCNU untuk menghidupkan kembali tradisi Lailatul Ijtima, doa bersama, dzikir bersama (Istighosah) sebelum pelaksanaan Muktamar. "Tidak ada kesuksesan tanpa rahmatNya Allah, dan rahmatNya Allah itu didapat dari doa dan dzikir bersama," pesan Kiai Nuh. 

Sementara itu, Kiai Ubaidillah Ruhiyat Cipasung selain mendoakan juga memberi semangat kepada Gus Yahya untuk meneruskan kepemimpinannya di periode kedua pada Muktamar nanti. 

"Semangat Gus, Gus Dur dulu bangkitnya semangatnya dari sini (Cipasung)" ujar Kiai Ubaidillah sambil mengajak anggota keluarganya dan Gus Yahya mengepalkan tangan tanda semangat.