Ramai soal Desil, BPS: Bukan Ukuran Mutlak Kemiskinan dan Kekayaan
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan angka desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bukan ukuran tunggal untuk menentukan kondisi ekonomi suatu keluarga.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, desil menunjukkan posisi relatif keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.
"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi," kata Amalia dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Menurut dia, desil bukan ukuran absolut kemiskinan, pendapatan, ataupun kekayaan. Sebagai contoh, keluarga pada desil 3 berada dalam kelompok ketiga dari 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif.
Keluarga yang berada pada desil sama juga belum tentu memiliki pendapatan, pengeluaran, dan kondisi sosial ekonomi yang sama.
Penentuan desil dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator secara bersamaan, mulai dari kondisi perumahan, sumber air minum, energi untuk memasak, kepemilikan aset, konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan hingga disabilitas.


















