Bakamla Sebut Kapal Supertanker Bawa Minyak Senilai 4,6 Triliun
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Bakamla RI menangkap kapal super tanker MT Arman 114 berbendera Iran yang bermuatan minyak mentah atau Light Crude Oil (LCO) 272.569 metric ton. Bakamla menaksir muatan minyak itu sebesar Rp 4,6 triliun.
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengatakan, muatan kapal tersebut mirip seperti kapal induk yang panjangnya mencapai 320 m, sementara normalnya kapal hanya 80-100 meter. Dengan demikian, besar dan luas kapal mencapai 330 meter atau sebesar lapangan bola.
"Muatannya ini ada 272.569 matriks ton atau 2,3 juta barel ini senilai Rp 4,6 triliun," tuturnya.
Menurut Aan, bila penjualan minyak itu dilakukan secara legal, sehingga Indonesia dapat memperoleh pemasukan dari penjualannya. Dia menyebut paling tidak Indonesia menerima pajak sekian persen dari total penjualan.
"Luar biasa, harusnya masuk pajak negara berapa persen lumayan," kata dia.
Dia menyebut saat ini pihaknya masih mendalami penangkapan kapal itu terkait aktivitas ilegalnya. Dia pun menuturkan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait, seperti Kemenko Polhukam, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Imigrasi, TNI Angkatan Laut, dan Kepolisian.
Dari hasil penyelidikan sementara, kata Aan, ada tiga perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan kapal itu. Di antaranya, seperti melakukan transhipment, membuang limbah, serta mematikan Automatic Identification System (AIS).
"Yang jelas dugaan dari pendalaman sementara, jadi perusahaan memang memerintahkan kapal ini, 'Eh kamu jualan di titik ini karena ada pembeli di sini, makanya mereka melakukan transit di sini dan di wilayah Indonesia'," jelasnya.
"Jadi boleh dibilang kayak dilecehkan lah seolah-olah tidak ada aparatnya tidak ada yang menjaga. Jadi berbuat seenaknya. Nggak boleh dong. Akhirnya kita proses," sambungnya.
Dia pun lantas berharap kasus ini dibawa ke pengadilan. Hal itu, kata dia, agar dapat memberikan efek jera kepada para pelaku.
Sebelumnya, Kapal patroli Bakamla RI, KN Pulau Marore 322, menangkap kapal super tanker MT Arman 114 berbendera Iran yang bermuatan minyak mentah atau Light Crude Oil (LCO) sebanyak 272.569 metrik ton atau senilai Rp 4,6 triliun. Kapal tersebut kedapatan melakukan aktivitas ilegal di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di Laut Natuna Utara.
Penangkapan terjadi pada Jumat (7/10/2023). Penangkapan bermula ketika kapal Bakamla mendeteksi ada sesuatu yang mencurigakan.
"Jadi pagi hari kita melihat ada sesuatu yang mencurigakan, tidak seperti biasanya, dan itu terjadi di ZEE Indonesia. Kemudian, karena kontak ini mencurigakan, saya memerintahkan unsur patroli udara yang dimiliki oleh Bakamla untuk mendeteksi kontak tersebut," kata Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, di Mabes Bakamla, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).
















