Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Wildan Hefni (Foto: Kemenag)
JAKARTA, (ERAKINI) - Kehadiran beasiswa Kementerian Agama (Kemenag) yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan santri yang menimba ilmu di Pondok Pesantren memberikan dampak nyata dalam mendorong kualitas hidup masyarakat.
Sebelum adanya program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang diluncurkan pada tahun 2021, Kemenag lebih dulu memiliki Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang telah berjalan sejak 2005. Program ini menjadi jalan bagi banyak santri untuk meraih pendidikan tinggi dan meningkatkan kapasitas mereka di berbagai bidang.
Salah satu alumni PBSB yang berhasil meraih kesuksesan adalah Wildani Hefni, yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Berkat program beasiswa ini, Wildani berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktoral dan berkontribusi dalam dunia akademik serta pengembangan pesantren.
Dilansir dari situs Kemenag, Rabu (9/4/2025), Wildan Hefni mengaku bisa mengenyam bangku kuliah berkat mengikuti seleksi PBSB dan berhasil lolos ke UIN Walisongo Semarang pada 2009. Saat itu, pria asal Sumenep, Jawa Timur ini mengambil studi Hukum Keluarga (Ahwal al-Syakhsiyah) Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang.
Sejak kecil, Wildani memang telah menunjukkan prestasi akademik yang gemilang. Ia selalu meraih peringkat pertama di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. Setelah lulus dari Madrasah Aliyah Tahfidh Pondok Pesantren Annuqayah pada 2009, ia mengikuti seleksi PBSB dan berhasil lolos ke UIN Walisongo Semarang.
Selama kuliah, ia menjalani hidup sederhana di asrama pondok pesantren Darun Najah Jrakah Semarang. Beasiswa PBSB sebesar Rp900 ribu per bulan dimanfaatkannya dengan bijak, bahkan disisihkan untuk membeli buku. Ia juga aktif menulis opini di berbagai media nasional, yang menjadi sumber tambahan penghasilannya.
Wildani Hefni meraih banyak prestasi akademik selama menjadi mahasiswa. Beberapa di antaranya adalah:
Penghargaan dari Kementerian Agama RI dalam kategori santri mahasiswa produktif dan peraih IPK 4.0 selama 7 semester.
Juara I Debat Ilmiah Bahasa Arab tingkat Nasional di Universitas Indonesia (2011).
Juara II Debat Ilmiah Bahasa Arab tingkat Nasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2010).
Penghargaan Mahasiswa Terbaik se-Jawa Tengah dari Bank Tabungan Negara (2012).
Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional di Institut Pertanian Bogor (2012).
Pada tahun 2013, ia lulus sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,98. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan Magister dan Doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan beasiswa Kementerian Agama. Saat menjalani program doktoral, ia juga mendapat beasiswa dari pemerintah Australia melalui skema partnership antara ANU dan Kementerian Agama.
Kini, Wildani Hefni menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember periode 2023-2027. Ia mengungkapkan rasa syukur atas program PBSB yang telah membantunya menggapai dan meraih cita-cita.
Selanjutnya, guna melahirkan sosok Hefni-Hefni lain di Indonesia, Kemenag kembali membuka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2025 melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma). Pendaftaran BIB dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2025.
Terdapat tiga jenis beasiswa yang ditawarkan, yaitu beasiswa umum, beasiswa prestasi, dan beasiswa target. Salah satu bentuk beasiswa target adalah beasiswa afirmasi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) serta Pendidikan Jarak Jauh S1 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).