Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) dini hari di Jakarta. Rachmat Gobel dikenal sebagai pengusaha yang kemudian sukses berkarier di eksekutif dan legislatif. Foto: Dok Fraksi NasDem DPR RI
, Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962. Ia dikenal sebagai pengusaha dan politikus yang menorehkan karier cemerlang di dunia usaha maupun pemerintahan.
Di bidang politik, Rachmat Gobel pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pada 2019, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Pada Pemilu 2024, Rachmat Gobel kembali terpilih menjadi anggota DPR RI dan duduk di Komisi VI.
Rachmat Gobel merupakan anak kelima sekaligus putra pertama dari Thayeb Mohammad Gobel, pendiri Kelompok Usaha Gobel. Setelah ayahnya wafat pada 1984, ia mulai memegang kendali bisnis keluarga dan meneruskan pengembangan perusahaan.
Di dunia usaha, Rachmat Gobel dikenal sebagai salah satu tokoh industri nasional. Sejak 1999, ia aktif di berbagai organisasi bisnis, antara lain sebagai Ketua Asosiasi/Federasi Elektronika Indonesia dan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Berbekal pengalaman panjang memimpin kerja sama Panasonic-Gobel di Indonesia, pada 2006 ia diangkat sebagai Presiden Asosiasi Persahabatan Indonesia-Jepang.
Selain menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada 2014–2015, Rachmat Gobel juga dipercaya menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada 2017–2019 sebelum terpilih sebagai anggota DPR RI.
Lahir dari keluarga pengusaha, Rachmat telah ditempa menjadi calon pemimpin perusahaan sejak usia muda. Ia memulai karier dari bawah, bahkan pernah bekerja sebagai penyapu pabrik saat masih duduk di bangku SMP. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran sebelum akhirnya menduduki berbagai posisi manajerial di Kelompok Usaha Gobel.
Di bidang pendidikan, Rachmat meraih gelar sarjana Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, Jepang, pada usia 24 tahun. Setelah lulus, ia menjalani praktik kerja di Matsushita Group di dekat Osaka, Jepang. Pada 1989, saat berusia 27 tahun, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PT National Gobel—kini PT Panasonic Manufacturing Indonesia—sebagai Asisten Presiden Direktur.
Rachmat dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, keberhasilan sebuah perusahaan ditentukan oleh kualitas manusianya.
"Kita harus memanusiakan manusia," ujarnya saat menjelaskan filosofi pengembangan SDM yang selama ini dipegangnya.
Prinsip tersebut juga diwujudkan melalui kiprahnya di bidang olahraga. Rachmat aktif mengembangkan pencak silat hingga dikenal di berbagai negara di Eropa dan Afrika.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta Ketua Harian Indonesia SEA Games Organizing Committee (INASOC) dalam penyelenggaraan SEA Games di Indonesia.
Di kampung halamannya, Gorontalo, Rachmat Gobel dikenal sebagai sosok yang dihormati masyarakat. Atas kontribusinya di berbagai bidang, ia dianugerahi gelar adat "Ti Bulilango Hunggia", yang berarti "Pemberi Cahaya Negeri", sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya bagi masyarakat Gorontalo.