Jokowi Kembali Jawab 'Cawe-Cawe Presiden' yang Dikritik SBY
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menuangkan pandangannya terkait cawe-cawe melalui buku berjudul "Pilpres 2024 & Cawe-cawe Presiden Jokowi". Buku ini resmi diluncurkan pada 26 Juni 2023. Buku tersebut ditujukan khusus untuk kader Partai Demokrat.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa cawe-cawe yang dilakukannya sebagai dukungan terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024, baik dari sisi keamanan maupun distribusi logistik.
"Saya kira sudah berulang kali saya sampaikan bahwa penyelenggara pemilihan umum itu adalah KPU. Pemerintah memberikan dukungan, baik dari sisi keamanan maupun membantu dalam distribusi logistik," kata Jokowi seraya tersenyum saat menjawab pertanyaan awak media di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (3/7/2023).
Selain itu, sebagai wujud dukungan pemerintah, Jokowi berkomitmen netralitas aparat TNI-Polri serta aparatur sipil negara (ASN) yang terus dijaga. Dengan adanya pernyataan itu, Jokowi berharap tidak ada yang khawatir dengan cawe-cawe yang dilakukan oleh dirinya.
"Birokrasi kita betul-betul harus kita jaga dan agar tetap netral. Jadi nggak usah, nggak ada kekhawatiran mengenai itu," kata Presiden.
Sebagaimana diketahui, buku yang ditulis SBY tersebut berjumlah 24 halaman. Di atas judul buku terdapat tulisan 'The President Can Do No Wrong'.
"Apa yang ingin saya ungkapkan dalam artikel ini sepenuhnya pandangan dan pendapat saya. Yang setuju dengan saya 'monggo', yang tidak setuju tentu saya hormati. Itulah indahnya konstitusi kita, UUD 1945 yang menjamin dan memproteksi kebebasan berbicara," demikian tulis di halaman pertama buku tersebut.
















