Kata dia, Dewan Etik Persepi terdiri dari Prof Asep Saefuddin yang merupakan Guru Besar Statistika FMIPA, IPB. Kemudian, Prof Hamdi Muluk sebagai Profesor Psikologi Politik, Fakultas Psikologi, UI, dan Prof Saiful Mujani sebagai pendiri SMRC.
Saiful Mujani sebelumnya mengatakan, LSI maupun Poltracking akan diperiksa oleh Dewan Etik Persepi dibantu oleh para pengurus. "Semua anggota Dewan Etik (yang berjumlah 3 orang), dan dibantu pengurus Persepi," ungkapnya.
Menurut Saiful, hal yang akan diperiksa adalah keseluruhan aspek dalam melakukan survei. "Meminta penjelasan mengapa hasil survei mereka menjelang Pilkada DKI berbeda signifikan," katanya.
Diketahui, terdapat perbedaan hasil survei LSI dan Poltracking terkait Pilkada Jakarta 2024. Survei LSI dilakukan pascadebat perdana, yakni periode 10-17 Oktober 2024. Populasi survei adalah warga Jakarta berusia 17 tahun atau lebih.
Sampel survei sebanyak 1.200 orang dengan menggunakan metode multistage, dan toleransi kesalahan atau margin of error +- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei ini menggunakan asumsi simple random sampling.
Berdasarkan hasil survei LSI yang dirilis pada Rabu, 23 Oktober 2024, elektabilitas pasangan Pramono-Rano unggul dengan 41,6%, disusul Ridwan Kamil-Suswono 37,4%, dan Dharma-Kun 6,6%.
"Pada Oktober ini Pram-Rano sudah unggul, meskipun keunggulannya belum signifikan karena selisihnya cuma sekitar 4%. Sementara margin of error survei ini 2,9. Jadi sebetulnya, secara statistik kita nggak tahu siapa yang unggul, dari secara statistik RK (Ridwan Kamil) sama Pramono Anung sama-sama kuat, cuma angka absolutnya itu cenderung menunjukkan keungggulan dari Pramono Anung," ujar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, saat memaparkan hasil survei.
Sementara berdasarkan hasil survei Poltracking, Ridwan Kamil-Suswono unggul di angka 51,6%, Pramono Anung-Rano Karno 36,4%, dan Dharma Kun-Kun Wardhana 3,9%.
"Memang dari sisi elektabilitas, ada potensi pilkada di Jakarta berlangsung 1 putaran meskipun angkanya masih di 51,6%. Jadi kalau menggunakan data per hari ini, yang berpotensi memenangkan Pilkada Jakarta paslon nomor urut 1 RK-Suswono dengan angkat 51,6%," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, Kamis (24/10/2024).
Survei Poltracking juga dilakukan pascadebat perdana, yakni 10-16 Oktober 2024. Populasi survei merupakan warga Jakarta berusia 17 tahun ke atas/sudah menikah dengan jumlah responden 2.000 responden.
Metode survei multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,2% pada tingkat kepercayaan 95%. Sistem pengambilan survei melakukan wawancara tatap muka.