Viral Ormas Minta THR ke Perusahaan, Wamen Investasi: Itu Masalah Sangat Krusial!
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Sejumlah perusahaan di Indonesia mengeluhkan keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang meminta tunjangan hari raya (THR) setiap menjelang lebaran. Terkait ini, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut.
"Itu memang adalah permasalahan yang sangat krusial dan kita terus berkoordinasi dengan aparat hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut," ujar Todotua dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/3/2025) kemarin.
Dalam kesempatan yang sama, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Polda Metro Jaya, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas anggota ormas yang terlibat dalam aksi pemerasan dan pungutan liar dengan modus meminta THR kepada pengusaha.
"Kami dari Kepolisian tidak akan menoleransi segala bentuk premanisme yang mengancam investasi dan stabilitas ekonomi di Bandara Soetta," tegas Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol. Ronald FC Sipayung.
Ronald juga memastikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga dunia usaha di wilayah Bandara Soetta agar terbebas dari ancaman kelompok tertentu yang menyalahgunakan nama ormas untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Ia mengimbau kepada para pengusaha maupun investor yang menjadi korban pemerasan untuk segera melapor ke nomor darurat 110 atau langsung ke Polresta Bandara Soetta.
















