Profil KH Ubaidillah Ruhiat, Penerus Kejayaan Pesantren Cipasung
Abdul Rahman Ahdori
TASIKMALAYA, (ERAKINI) – Di tengah geliat pendidikan Islam yang terus tumbuh di Indonesia, nama Pondok Pesantren Cipasung tetap menjadi salah satu poros keilmuan Islam di Jawa Barat. Berlokasi di Singaparna, Tasikmalaya, pesantren yang berdiri sejak era perjuangan kemerdekaan ini kini diasuh oleh KH Ubaidillah Ruhiat, sosok ulama yang dikenal luas sebagai pendidik tekun dan penceramah yang sejuk dalam menyampaikan dakwahnya.
Putra dari pendiri Pesantren Cipasung, KH Ruhiat, ini secara resmi memimpin pesantren usai wafatnya KH Abun Bunyamin Ruhiat, Sabtu, 19 November 2022. Penunjukan tersebut disampaikan oleh KH Koko Komarudin di hadapan keluarga besar pesantren, ribuan santri, serta para jamaah yang hadir dalam shalat jenazah di Masjid Cipasung, Desa Cipakat, Singaparna.
Dai yang Tekun dan Bersahaja
Dilansir dari berbagai sumber, Senin (9/6/2025), KH Ubaidillah bukan hanya pemimpin formal pesantren, namun juga sosok yang melekat kuat dalam keseharian para santrinya. Ia dikenal sebagai pendidik yang sabar dan telaten. Setiap hari, ia mengajar langsung para santri, memastikan mereka memahami materi dengan baik, bukan sekadar menghafal.
Kehadirannya di berbagai majelis taklim dan ceramah dari Sabang hingga Merauke turut menunjukkan kiprahnya sebagai dai nasional. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap mengangkat tema-tema reflektif seperti kematian, sebagai bahan renungan dan pengingat bagi umat.
“Mengingat kematian akan menghapus dosa dan menjadikan kita zuhud terhadap dunia,” tutur KH Ubaidillah dalam sebuah ceramahnya, sembari mengutip sabda Rasulullah SAW: "Aktsiru min dzikril maut, fa innahu yumahhisu adz-dzunub wa yujahhidu fid-dunya".

















