Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden RIPrabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) serta Rapat Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah hal terkait pelaksanaan pemerintahan selama 21 bulan sejak dirinya mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden RI.
Prabowo mengatakan, pemerintahannya terus bekerja untuk memenuhi amanah rakyat sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Setidaknya terdapat empat pernyataan penting yang disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan tersebut.
1. Berkomitmen melaksanakan UUD 1945
Prabowo mengatakan, pemerintahannya bekerja berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," ujar Prabowo di hadapan Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, para anggota legislatif, serta pimpinan lembaga negara lainnya.
Menurut Prabowo, pelaksanaan konstitusi menjadi salah satu landasan utama pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan.
2. Menjaga kepentingan nasional
Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga dan melindungi kepentingan nasional yang dinilai vital bagi Indonesia.
"Kedua, kami bekerja untuk menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital. The core and vital national interest," katanya.
Ketua umum Partai Gerindra ini mengatakan, kepentingan nasional tersebut termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia secara optimal.
Seluruh kekayaan yang dimiliki Indonesia, ucap Prabowo, harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kemakmuran rakyat.
3. Mengatasi kesulitan rakyat secepatnya
Pernyataan penting ketiga yang disampaikan Prabowo adalah komitmen pemerintah untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.
"Ketiga, kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo.
Pensiunan TNI ini menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin membiarkan persoalan rakyat berlarut-larut.
Prabowo menyebut, pemerintah harus mengambil keputusan dan bekerja secara nyata agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera ditangani.
4. Berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang
Tak hanya itu, dalam acara tahunan itu, Prabowo menegaskan bahwa seluruh pekerjaan pemerintah harus berorientasi pada kepentingan rakyat, termasuk generasi yang akan datang.
"Keempat, dalam bekerja kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat dan kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka," katanya.
Prabowo kemudian menyampaikan evaluasi atas perjalanan pemerintahannya selama 21 bulan.
"Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan majelis ini. Saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya, dan apa yang masih harus kita selesaikan," ujar dia.
Prabowo mengakui masih banyak persoalan bangsa yang belum terselesaikan. Ia juga menegaskan belum seluruh janji yang disampaikannya kepada rakyat dapat ditunaikan.
"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum," katanya.
Meski demikian, Prabowo mengeklaim pemerintahannya telah mulai menyelesaikan berbagai persoalan yang selama puluhan tahun dianggap sulit.
Menurut Prabowo, hal itu dapat dilakukan melalui keberanian mengambil keputusan, kerja keras, orientasi kepada rakyat, serta gotong royong seluruh unsur bangsa.
"Dalam waktu kurang dari dua tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras didasari oleh hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit, dapat kita mulai selesaikan," ujar Prabowo.