Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Senin Pagi, Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kualitas udara di Jakarta pada Senin (6/5/2024) pagi masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dan menduduki peringkat delapan dari sepuluh kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.45 WIB menunjukkan bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta mencapai peringkat ke-8 dengan angka 132, masuk dalam kategori tidak sehat karena polusi udara PM2.5 mencapai nilai konsentrasi 48 mikrogram per meter kubik.
Kondisi ini menandakan bahwa kualitas udara Jakarta saat ini tidak sehat bagi kelompok sensitive serta dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, atau bahkan merusak tumbuhan dan nilai estetika.
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama pada Senin pagi yaitu Delhi, India di angka 182. Urutan kedua Chiang Mai, Thailand di angka 167. Lalu dan disusul Kathmandu, Nepal di angka 165; Lahore, Pakistan di angka 163;; dan urutan kelima Kota Ho Chi Minh, Vietnam di angka 158.
Selanjutnya, Beijing, China di angka 156; Chengdu, China di angka 137, dan urutan ke sembilan setelah Jakarta yakni Bangkok, Thailand di angka 123; dan urutan kesepuluh Dhaka, Bangladesh di angka 120.
Bagi warga Jakarta, khususnya kelompok sensitif, penting untuk memahami berbagai kategori yang digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat polusi udara. Berdasarkan standar yang telah ditetapkan AQI, berikut adalah panduan untuk membantu warga memahami tingkat :


















