Buat murid baru yang memasuki jenjang SMA maupun Madrasah Aliyah (MA) tahun ajaran 2025/2026, bersiap untuk memilih jurusan. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Buat murid baru yang memasuki jenjang SMA maupun Madrasah Aliyah (MA) tahun ajaran 2025/2026, bersiap untuk memilih jurusan. Memilih jurusan bukan sekadar ikut-ikutan teman, tapi penting untuk rencana kuliah ke depan.
Sistem penjurusan di SMA dan MA sebenarnya sudah mulai dihapus secara bertahap oleh pemerintah era Mendikbudristek Nadiem Makarim sejak 2021. Kebijakan ini sebagai implementasi Kurikulum Merdeka. Pada tahun ajaran 2024/2025, Kemendikbudristek mencatat 95 persen satuan pendidikan formal di Indonesia sudah menerapkan Kurikulum Merdeka.
Namun, era Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti, sistem penjurusan ini kembali direncanakan dihidupkan. Alasan Abdul Mu'ti memberlakukan kembali penjurusan adalah untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional.
Selain itu, untuk memberikan kepastian pada penyelenggara pendidikan, khususnya bagi lembaga pendidikan di luar negeri. Sebab banyak kampus-kampus di luar negeri menolak calon mahasiswa dari Indonesia karena tidak jelas ukuran kemampuan si pelajar.
Menentukan jurusan kerap membingungkan bagi siswa. Bahkan banyak siswa yang akhirnya memilih jurusan secara asal-asalan tanpa mempertimbangkan bakat dan tujuan jangka panjang. Akibatnya, potensi yang dimiliki tidak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, pemilihan jurusan di SMA/MA menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan secara serius.
Dirangkum Erakini, Jumat (4/7/2025), berikut sejumlah tips memilih jurusanSMA/MA agar sesuai dengan minat, bakat, dan rencana masa depan:
1. Kenali Minat dan Bakatmu Sejak Dini
Minat adalah sesuatu yang membuat siswa merasa senang saat melakukannya. Sedangkan bakat adalah kemampuan alami yang menonjol dari diri siswa . Jika suka berhitung dan menyukai pelajaran sains, jurusanMIPA bisa menjadi pilihan tepat. Tapi jika lebih tertarik pada ekonomi, sejarah, atau debat, jurusanIPS akan lebih cocok.
2. Pikirkan Rencana Kuliah dan Karier Jurusan di SMA/MA akan sangat berpengaruh terhadap pilihan program studi di perguruan tinggi. Jika bercita-cita menjadi dokter, maka memilih jurusanMIPA adalah langkah awal yang tepat karena jurusanIPS tidak memungkinkan masuk ke fakultas kedokteran.
3. Diskusikan dengan Orang Tua
Melibatkan orang tua dalam keputusan ini penting karena mereka dapat memberikan pandangan dan masukan berdasarkan pengalaman. Namun, jangan lupa sampaikan juga pendapat dan keinginan sendiri dengan baik jika ada perbedaan pandangan. Diskusi yang sehat akan membantu menemukan jalan terbaik.
4. Jangan Ikut-Ikutan Teman
Memilih jurusan sebaiknya berdasarkan pertimbangan pribadi, bukan karena ingin tetap satu kelas dengan sahabat. Setiap orang punya potensi dan arah masing-masing. Pertemanan tidak harus selalu berada di jurusan yang sama, karena masa depan adalah tanggung jawab pribadi.
5. Hindari Mindset Negatif
Stereotip seperti “anak IPS nakal” atau “anak MIPA pintar” sebaiknya tidak dijadikan dasar dalam menentukan pilihan. Setiap jurusan punya tantangan dan keunggulan masing-masing. Yang terpenting adalah kesesuaian dengan kemampuan dan minatmu.
Secara umum, di tingkat SMA/MA tersedia empat jurusan yang bisa dipilih, yaitu MIPA, IPS, Bahasa, dan Agama. Berikut gambaran masing-masing jurusan:
1. JurusanMIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) Jurusan ini fokus mempelajari gejala-gejala alam dengan metode ilmiah agar siswa memahami dan menguasai konsep-konsep ilmiah. Mata pelajaran (mapel) yang dipelajari meliputi:
- Biologi
- Kimia
- Fisika
- Matematika
Mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris juga tetap diajarkan.
Prospek karier: Dokter, apoteker, perawat, peneliti, laboran, dan profesi teknis lainnya.
2. JurusanIPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) IPS mempelajari perilaku manusia sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. Materi yang diajarkan mencakup:
- Sejarah
- Geografi
- Ekonomi
- Sosiologi
- Akuntansi
Prospek karier: Akuntan, pegawai bank, sejarawan, arkeolog, pebisnis, ekonom, dan sebagainya.
3. JurusanBahasa Jurusan ini berfokus pada ilmu kebahasaan, mulai dari struktur bahasa, sastra, hingga budaya. Mata pelajaran khusus:
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- Bahasa asing seperti Jepang, Prancis, atau Arab, tergantung sekolah.
Prospek karier: Penerjemah, pemandu wisata, sastrawan, jurnalis, dan ahli bahasa.
4. JurusanAgama Jurusan ini hanya terdapat di MA dan fokus pada ilmu-ilmu keislaman seperti:
- Fikih
- Al-Qur’an Hadis
- Akidah Akhlak
- Ilmu Kalam
Prospek karier: Guru agama, ustadz/ustadzah, dai, atau akademisi di bidang keagamaan.
MIPA vs IPS
Dua jurusan yang paling populer di kalangan siswa adalah MIPA dan IPS. Sebelum menentukan pilihan, penting untuk memahami karakteristik masing-masing:
JurusanMIPA:
- Fokus pada ilmu eksak dan logika ilmiah.
- Jawaban atas soal biasanya bersifat pasti.
- Cocok bagi siswa yang menyukai Matematika, Biologi, Fisika, atau Kimia.
- Butuh konsentrasi tinggi saat belajar.
JurusanIPS:
- Fokus pada ilmu sosial dan masyarakat.
- Mengandalkan nalar, kritisisme, dan kemampuan membaca informasi sosial.
- Cocok bagi siswa yang suka sejarah, ekonomi, geografi, atau sosiologi.