Para pengurus Ansor dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (22/2/2026) sore untuk menyatakan dukungan atas langkah Menteri Agama RI Periode 2020-2024 Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) melawan penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Istimewa).
JAKARTA, (ERAKINI) – Dukungan kepada Menteri Agama RI Periode 2020-2024 Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) terus mengalir. Para pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor se-Indonesia telah menyatakan dukungan atas langkah melawan penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Guna memberikan dukungan tersebut, puluhan pengurus PW Ansor bahkan telah datang langsung ke Jakarta untuk mengawal proses sidang yang akan berlangsung mulai Selasa (24/2/2026) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kader-kader muda Nahdlatul Ulama (NU) militan itu antara lain berasal dari Bangka Belitung, Riau, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, Banten, Jakarta Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Minggu (22/2/2026) sore, para pengurus Ansor di berbagai daerah di Indonesia tersebut berkumpul di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Ketua PP GP Ansor Purwaji mengatakan, dukungan yang diberikan kepada Gus Yaqut karena didasari keprihatinan mendalam atas penanganan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 itu. Purwaji menilai, kasus ini sangat kental unsur politiknya ketimbang persoalan hukum.
“Gus Yaqut adalah anak bangsa, kader terbaik NU yang dalam sejarah perhajian berhasil memberangkatkan jamaah haji terbanyak yakni 241.000 jamaah dengan angka kematian jamaah yang sedikit. Ini harusnya diapresiasi oleh negara bukan malah dikriminalisasi kebijakannya,” ujar Purwaji.
Mantan Ketua Umum GP Ansor Provinsi Riau ini meyakini, kasus yang menjerat Gus Yaqut ini adalah skenario besar yang dilakukan kelompok tertentu untuk merusak jam’iyyah NU. Sinyalemen ini diperkuat dengan munculnya konflik di tubuh NU yang mencoba menjatuhkan kepemimpinan Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf akhir 2025 lalu.
“Kasus Gus Yahya dan Gus Yaqut ini beririsan dan tak bisa dipisahkan. Targetnya jelas, untuk mendeskreditkan NU. Untuk itu kader-kader Ansor seluruhnya harus bangkit. Siapkah sahabat-sahabat membela Gus Yaqut?” pekik Purwaji yang berorasi di tengah-tengah puluhan pengurus PW Ansor.
Para kader Ansor yang berkumpul dalam acara doa dan buka bersama itu pun serempak menjawab keras, ‘Siap!!’. Untuk menegaskan komitmen besar ini, Purwaji pun mengulang hingga tiga kali dan dijawab para kader, ‘Siap!!’.
Menurut Purwaji, Gus Yaqut adalah mantan Ketua Umum GP Ansor yang memiliki rekam jejak kepemimpinan bersih, tegas, berani dan peduli. Prinsip-prinsip itu telah mandarah daging baik sejak aktif di Ansor, mengemban tugas negara sebagai menteri maupun sebagai warga biasa saat ini. Dengan keyakinan ini, Purwaji optimistis, Gus Yaqut mampu menghadapi dan menyelesaikan ujian masalah hukum yang kini dihadapi.