Canda Prabowo ke Gus Yahya: Kalau Ada KartaNU, Penutupan Muktamar Saya Datang Lagi
Abdul Rahman Ahdori






Prabowo mengapresiasi peran besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjalanan dan pembangunan bangsa Indonesia. Namun, Prabowo mengaku hingga kini belum mendapatkan kartu tanda anggota NU atau KartaNU.
"Hanya, Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU, jadi masih utang sama saya ya, kalau bisa sebelum penutupan Muktamar. Kalau penutupan tanggal 31, benar ya? Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi," canda Prabowo.
Prabowo kemudian menegaskan bahwa NU merupakan salah satu aset bangsa yang sangat besar. Presiden yang lekat dengan angka 08 itu menyebut NU dan Muhammadiyah sebagai organisasi yang memiliki peran penting bagi Indonesia.
"Nahdlatul Ulama, aset bangsa yang sangat-sangat besar. Muhammadiyah juga, ojo lali," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, dukungan NU dan Muhammadiyah memiliki arti penting dalam perjalanan dirinya hingga dipercaya menjadi Presiden RI.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo sempat menyampaikan bahwa kehadirannya dalam forum tertinggi NU tersebut merupakan bentuk penghormatan sebagai Presiden RI.
"Saya tentunya mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya sebagai Presiden RI ke-8 hadir di Muktamar ke-35. Saya tidak mengatur ini semua, saya juga tidak mengerti. Tapi ya kita menerima ini semua," kata Prabowo.
Prabowo NU memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. NU merupakan institusi yang memiliki jasa besar dalam perjuangan bangsa Indonesia.
Prabowo menyebut salah satu bukti semangat nasionalisme NU tercermin melalui lagu "Subbanul Wathan" yang kini dikenal sebagai salah satu lagu yang lekat dengan Nahdlatul Ulama.
Sebagamiana diketahui, Muktamar merupakan forum musyawarah tertinggi NU yang digelar setiap lima tahun sekali. Dalam forum tersebut, para utusan NU dari berbagai daerah berkumpul untuk membahas dan merumuskan keputusan strategis organisasi, memperkuat ukhuwah, serta menentukan arah perjalanan NU untuk satu masa khidmah, termasuk memilih Rais Aam dan ketua umum PBNU.
