Sebanyak 492 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) pagi ini menjalani Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi tingkat pusat di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. Foto: Humas Polri
SEMARANG, (ERAKINI)- Sebanyak 492 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) akan memulai perjuangan sesungguhnya untuk menjadi anggota Polri, Minggu (14/7/2024). Mereka akan menjalani Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi tingkat pusat di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Kepala Tim CAT Akademik Seleksi Tingkat Pusat Akpol dari Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, Kombes Pol Yudhianto Adhi Nugroho, mengatakan, Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi akan dimulai pukul 07.00 WIB hingga siang hari.
Ada tiga materi yang akan diujikan, yaitu Bahasa Inggris, Tes Potensi Akademik, dan Asesmen Mental Ideologi.
“CAT Akademik ini untuk mengetahui tingkat intelektual calon taruna, cari yang terbaik, kita ranking dan diambil sesuai kuota,” ujar Kombes Yudhianto dalam keterangannya .
Selanjutnya para catar akan menjalani Tes Psikologi dan Tes Jasmani. Berdasarkan jadwal SSDM Polri, rangkaian tes catar Akpol akan berakhir pada Senin (29/7) dengan agenda Sidang Kelulusan Akhir Tingkat Panitia Pusat Seleksi Akpol.
Untuk memastikan kesiapan para peserta, SSDM Polri pada Sabtu (14/7/2024) telah menggelar gladi bersih. Hal ini bertujuan agar seluruh peserta memahami secara utuh proses tes dengan metode Computer Assisted Test (CAT).
"Cek rangkaian kegiatan mulai pergeseran calon Taruna (dari kompleks Akpol), tiba di lokasi (Gedung D Kampus Universitas Dian Nuswantoro Kota Semarang), pembagian kelas, pengecekan alat komputer,” kata Kombes Yudhianto.
Gladi bersih ini diharapkan membuat para catar semakin siap menghadapi Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi. Gladi bersih Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi ini juga turut disaksikan para orang tua calon tarunaAkpol.
Sejumlah orang tua para calon tarunaAkpol tampak antusias dapat melepas rindu dengan anak-anaknya, meski tidak diperbolehkan bertegur sapa satu sama lain.
Salah satunya Arika (52) dari Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Dia datang melihat anak ketiganya yang bernama Parlindungan. “Kangen, sudah seminggu tidak ketemu. Tidak ketemu mulai antar dari bandara,” kata Arika,
Untuk diketahui, para catar dikarantina selama mengikuti proses seleksi tingkat pusat Akpol. “Ya nggak bisa (bertegur sapa), setidaknya lihat bisa lihat saja sudah senang,” ucapnya.