JAKARTA, (ERAKINI) -Presiden terpilih, Prabowo Subianto telah melakukan serangkaian seleksi calon menteri dan calon wakil menteri yang akan membantu pemerintahannya lima tahun ke depan. Pemanggilan terhadap para tokoh yang berasal dari berbagai latar belakang itu dilakukan pada Senin (14/10/2024) hingga Selasa (15/10/2024).
Selanjutnya, Prabowo juga mengagendakan pembekalan terhadap 108 calon menteri dan calon wakil menteri di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (16/10/2024) hingga Kamis (17/10/2024) hari ini. Mereka dibekali pembekalan soal antikorupsi, geopolitik dan geostrategis.
Tak hanya orang-orang yang sejak awal berada di barisan Prabowo Subianto seperti Fadli Zon dan para purnawirawan TNI, sejumlah tokoh yang dipanggil dan berpeluang dilantik menjadi kepala badan dan wakil menteri adalah orang-orang yang dulu sempat berseberangan, bahkan kerap berhadapan. Sebut saja 3 tokoh Partai Rakyat Demokratik (PRD) yakni Budiman Sudjatmiko, Agus Jabo Priyono dan Faisol Riza.
Sebagaimana diketahui, PRD dikenal sebagai kelompok yang vokal melawan rezim Orde Baru melalui advokasi dan aksi-aksi pemogokan massal. Pada 22 Juli 1996, PRD secara resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik dan menerbitkan manifesto yang keras mengkritik pemerintahan Soeharto.
Kerusuhan besar terjadi di kantor DPP PDIP pada 27 Juli 1996, yang dikenal sebagai Kudatuli. Pemerintah menuduh PRD sebagai aktor utama di balik kerusuhan tersebut.
Tiga tokoh PRD yaitu Budiman Sudjatmiko, Andi Arief, dan Dita Indah Sari ditangkap di waktu dan lokasi berbeda. Aktivis PRD lainnya juga ditangkap dengan tuduhan subversi atau upaya menggulingkan pemerintah.
Pada masa Orde Baru, lawan politik sering mengalami intimidasi hingga kematian tanpa proses hukum yang adil. Namun, beberapa tokoh PRD berhasil bebas. Andi Arief dilepaskan setelah sempat diculik di Lampung. Dita dan Budiman memperoleh amnesti dari Presiden Habibie dan Abdurrahman Wahid.
PRD sempat ikut dalam Pemilu 1999, tetapi hanya memperoleh 0,07% suara (sekitar 78 ribu suara) dan gagal mendapatkan kursi di DPR, menempatkan partai ini di peringkat 40 dari 48 peserta pemilu.
Sedangkan Prabowo Subianto, dituduh terlibat dalam sejumlah pelanggaran hak asasi manusia selama bertugas di militer. Salah satu tuduhan paling menonjol adalah keterlibatannya dalam penculikan aktivis pro demokrasi, termasuk diantaranya Budiman Sudjatmiko, Agus Jabo dan Faisol Riza pada 1997-1998. Saat itu, Prabowo masih menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Kini mereka yang dulu berlawanan dengan Prabowo tersebut berpotensi dilantik menjadi menteri dan wakil menteri di kabinet Prabowo-Gibran untuk pemerintahan 2024-2029.
Budiman Sudjatmiko, adalah politisi kenamaan di Indonesia yang lahir pada 10 Maret 1970. Dia berasal dari Majenang, Cilacap Barat, Jawa Tengah. Namun sang aktivis itu besar dan tinggal di Bogor, Jawa Barat.
Sebelum masuk PDIP, Budiman adalah pendiri dan ketua umum PRD. Bukunya, Anak-Anak Revolusi, menjadi salah satu sumber informasi mengenai dunia aktivisme pada masa Orde Baru.
Pendidikan tinggi Budiman sebenarnya ditempuh di Universitas Gadjah Mada, namun kemudian aktivisme membuatnya drop out. Ia baru kembali melanjutkan pendidikannya selepas dipenjara ke Ilmu Politik di Universitas London dan Master Hubungan Internasional di Universitas Cambridge, Inggris.
Kini Budiman Sudjatmiko bersiap dilantik menjadi kepala badan yang mengurus masalah kemiskinan. Budiman yang terlihat happy usai pertemuan dengan Prabowo menyebutkan bahwa dia diajak terjun langsung untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia.
"Program kemiskinan baik di kota maupun di desa menyebabkan stunting, kurang gizi, ketertinggalan kita sehingga Pak Prabowo tadi meminta saya untuk menemani beliau secara reguler di kompleks istana untuk mengkoordinasikan pemberantasan kemiskinan di Indonesia," ungkap Budiman di Kompleks Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).
Agus Jabo Priyono adalah ketua umum Partai PRIMA, mantan aktivis yang menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah. Bersama Budiman Sudjatmiko tahun 1996, Agus Jabo ikut mendirikan PRD dan sempat menjadi ketua umum setelah Budiman masuk PDIP.
Setelah gagal di Pemilu 1999, PRD tak lagi mengikuti pemilu selanjutnya hingga Pemilihan umum legislatif Indonesia 2019. Agus beserta sebagian rekan-rekannya di PRD mencoba peruntungan baru dengan mendirikan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) yang dideklarasikan pada 1 Juni 2021.
Faisol Riza merupakan Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang turut mengunjungi Presiden Terpilih Prabowo Subianto pada Selasa (15/10/2024). Sebelum bergabung dengan PKB, Faisol adalah kawan seperjuangan Budiman Sudjatmiko dan Agus Jabo yang sempat membesarkan PRD. Faisol juga sempat dipenjara karena melawan Orde Baru.
Kini santri yang juga aktivis tersebut, bersiap dilantik oleh Prabowo sebagai salah satu wakil menteri. Faisol mengaku bahwa telah ditugaskan untuk mendukung pemerintahan yang akan datang.
Namun, ia enggan untuk memberitahukan jenis tugas yang diberikan Prabowo kepadanya dalam kabinet yang akan datang. Ia meminta semua pihak untuk bersabar dan menantikan pengumuman resmi dari Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Faisol Riza sendiri lahir di Probolinggo pada 1 Januari 1973. Dia adalah aktivis yang terlibat dalam berbagai organisasi, termasuk menjadi ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) pada periode 1998-1999 dan PRD.
Faisol mulai bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 2008 dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB selama tahun 2008-2009. Sejak 2009, ia telah menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal DPW PKB DKI Jakarta.