JAKARTA, (ERAKINI) - Empat hari lagi, rakyat Indonesia akan menyaksikan momen bersejarah pelantikanPresiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang akan digelar di Gedung MPR RI pada Minggu, (20/10/2024).
Kehadiran pemimpin baru tersebut diiringi dengan pergantian pemerintahan dari Jokowi ke Subianto. Setidaknya, pemerintahan baru ini akan dibantu oleh 47 menteri dari berbagai latar belakang dan profesi.
Terkait ini, Presiden terpilih Prabowo Subianto sendiri telah memanggil kandidat calon menteri dan calon wakil menteri yang akan membantunya pada pemerintahan 5 tahun ke depan. Bahkan hingga hari ini, pembekalan terhadap para calon pemangku kebijakan pemerintahan Indonesia ini masih berlangsung.
Diantara para calon menteri dan calon wakil menteri tersebut, setidaknya ada sejumlah tokoh yang pernah menjadi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). PMII merupakan organisasi kemahasiswaan yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), lahir pada 17 April 1960.
Sebagai organisasi gerakan, PMII telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya memajukan Indonesia melalui pencerdasan anak bangsa. PMII juga berperan sebagai agent of change dan agent of social control bagi pemerintah Indonesia.
Lalu, siapa saja tokoh alumni PMII yang berpotensi menjadi menteri/wamen pemerintahan Prabowo-Gibran yang juga telah dipanggil Presiden terpilih? Berikut rangkumannya:
1. Abdul Kadir Karding
Abdul Kadir Karding merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sempat menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sebelum aktif di partai politik, Abdul Kadir Karding lama berkecimpung di PMII Komisariat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah.
Bahkan, di kampus tercintanya itu, Abdul Kadir Karding sempat menjabat sebagai Ketua Komisariat PMII Undip periode 1995-1996. Dia juga dikenal sebagai aktivis organisasi internal Undip dengan jabatan terakhir Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan Undip Semarang tahun 1994-1995.
Pada Senin (14/10/2024) Abdul Karding dipanggil Prabowo Subianto ke Kertanegara, Jakarta Selatan. Dia disebut-sebut akan menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia periode 2024-2029.
"Ya insya Allah seperti itu (Menteri Perlindungan Pekerja Migran)," ujarnya.
Karding mengatakan, dirinya diminta Prabowo agar fokus memperkuat perlindungan terhadap pekerja pekerja Indonesia atau buruh migran yang berada di luar negeri.
2. Aminudin Ma'ruf
Aminudin Ma'ruf tidak bisa dilepaskan dari bayang-bayang aktivis, dia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar PMII masa khidmat 2014-2017 yang menang lewat jalur voting pada Kongres PMII di Jambi tahun 2014 silam.
Jauh sebelum itu, dia sempat menjabat Ketua Komisariat PMII Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ketua Cabang PMII Jakarta Timur.
Setelah purna dari PMII, Aminudin Ma'ruf ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), salah satu organisasi relawan pemenangan Jokowi-KH Maruf Amin di Pilpres 2019. Kemudian, Aminudin Ma'ruf juga sempat ditunjuk Jokowi untuk menjadi Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial.
Lalu pada Pilpres 2024, dia menjabat Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Usai dipanggil Presiden terpilih Prabowo Subianto pada Selasa (15/10/2024), Aminudin mengaku diminta Prabowo untuk membantu pemerintah di bidang ekonomi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Saya diminta Pak Prabowo membantu di bidang ekonomi," kata Aminuddin kepada wartawan, Selasa (15/10/2024).
Amin mengaku baru dipanggil Prabowo saat 1 jam sebelum akhirnya tiba di Kertanegara.
"Sekitar 1 jam sebelumnya tadi saya diminta untuk datang," tuturnya.
Juri Ardiantoro adalah mantan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Jokowi sisa jabatan 2024. Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), menjabat sejak 2019-2024. Rektor Unusia Jakarta ini digadang-gadang akan menjadi Wakil Menteri pemerintahan PrabowoGibran.
Sebelum masuk ke pusaran kekuasaan, Juri Ardiantoro aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bahkan pada 2021-2024, Juri menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII. Juri juga sempat menjabat pengurus aktif di PKC PMII DKI Jakarta.
Setelah selesai di PMII tahun 2003, Juri banyak bergelut di bidang kajian kepemiluan. Kemudian sejak tahun itu hingga 2017, Juri dipercaya menjadi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta hingga KPU RI. Di lembaga ini, Juri juga sempat menjabat Ketua KPU RI pada 2016-2017.
Setelah tidak aktif di KPU, Juri Ardiantoro bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019. Kemudian, TKN Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Kini, aktivisPMII yang juga sempat menjabat Deputi IV KSP ini bersiap mengemban amanah baru sebagai Wakil Menteri Kabinet Prabowo-Gibran 2024-2029.
Tak banyak yang tahu, politisi Partai Golkar Nusron Wahid adalah ketua umum PB PMII periode 2000-2003. Dia aktif di PMII sejak kuliah di prodi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia pada 1993-1997.
Setelah purna dari PMII, Nusron Wahid aktif di Gerakan Pemuda Ansor bahkan menjadi Ketua Umum PP Ansor pada 2011-2016. Setelahnya, Nusron Wahid menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar sejak tahun 2004 hingga 2019. Kemudian, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia BNP2TKI pada 2014 - 2019.
Saat bertemu Prabowo di Kertanegara, Selasa (15/10/2024) lalu, Nusron Wahid mengaku ditanya Prabowo terkait kesehatan dan diskusi yang lain. Nusron sendiri digadang-gadang ditunjuk menjadi menteri ATR/Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Ya diajak diskusi sama beliau (Prabowo). Ditanya kesehatan, sehat. Ditanya, meminta, ‘apakah bersedia membantu kami?’” ujar Nusron pada awak media.
Ia juga menyampaikan siap membantu jika memang dibutuhkan oleh Prabowo.
“Saya jawab insya Allah kalau dimintai bantuan, negara membutuhkan adanya pengabdian. Namanya kader ya harus menyatakan siap,” ujar Nusron.
5. Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Siapa yang tidak kenal Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mantan calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 ini adalah ketua umum PB PMII periode 1994-1997. Sejak kuliah di Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1991, Cak Imin dikenal sebagai aktivis tulen yang sudah lincah bermain politik.
Setelah tidak lagi menjabat ketua umum PMII, Cak Imin bekerja di sejumlah tempat hingga diajak pamannya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masuk ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hingga menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Setelahnya, Cak Imin meneruskan estafet kepemimpinan Gus Dur di PKB, meski diwarnai dinamika yang cukup panjang. Cak Imin menjabat ketua umum PKB sejak 2004-sekarang. Di Pemerintahan, Cak Imin tidak pernah absen dari jabatan publik, kalau tidak wakil ketua DPR RI ya wakil ketua MPR RI atau menteri.
Kini, Ketua Mabinas PB PMII itu bersiap masuk ke pemerintahan yang baru dengan jabatan Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) untuk periode 2024-2029.
Usai bertemu Presiden terpilih, Cak Imin mengaku diundang oleh Prabowo untuk bekerja sama mensukseskan pemerintahan 5 tahun ke depan.
"Seperti yang beliau sampaikan berkali-kali di acara PKB, menyampaikan bahwa beliau akan ajak semuanya untuk bersama-sama sukseskan pemerintahan 5 tahun yang akan datang," katanya kepada wartawan.
6. Nasarudin Umar
Nasarudin Umar adalah kader PMII IAIN Alaudin Ujung Pandang (kini berganti UIN Makassar) yang meraih gelar sarjana muda pada 1984. Setelah lulus S1 dari wilayah Indonesia Timur tersebut, Prof Nasarudin Umar hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (sekarang UIN Jakarta).
Setelah lulus magister pada 1992, Imam Besar Masjid Istiqlal ini kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Agama (Kemenag) dengan menjadi seorang dosen di IAIN Jakarta. Dari sini lah, karya Prof Nasar sebagai akademisi dimulai.
Pada Senin (14/10/2024) lalu, Prof Nasar dipanggil Prabowo ke Kertanegara. Dia mengaku kaget karena panggilan dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto mendadak. Prof Nasarudin sendiri digadang-gadang akan mengemban amanah sebagai Menteri Agama di kabinet Prabowo-Gibran 2024-2029.
"Saya betul betul sangat surprise ya, saya gak nyangka dan saya kaget, saya gak pernah membayangkan," katanya usai bertemu Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024).