Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Prabowo: Saya Selalu Lebih Berani di Tengah-tengah Santri dan Kiai
Thomas Pulungan
MALANG, (ERAKINI) –

MALANG, (ERAKINI) –
"Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," ujar Prabowo dalam sambutannya pada acara Mujahadah Kubro memperingati Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Prabowo mengapresiasi sambutan hangat dari warga NU. Kehadira di tengah warga NU memberikannya semangat, kesejukan, serta rasa persatuan dan keguyuban, sekaligus menghadirkan harapan terwujudnya bangsa dan negara yang adil. "Saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adil. Apalagi tadi, saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak-emak ini. Terima kasih, undangan ini," tandasnya.
Dalam pidatonya Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada NU atas perannya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas bangsa Indonesia. "Terima kasih Nahdlatul Ulama, terima kasih para kiai, para ulama, terima kasih seluruh Nahdliyin semuanya keluarga besar Nahdlatul Ulama, terima kasih atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia," kata Presiden.
Prabowo menilai NU memiliki peran penting dalam merawat kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka itu Presiden mengharapkan ormas Islam terbesar di Indonesia itu dapat terus memperbesar kiprahnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat persatuan serta menjaga kedamaian dalam kehidupan berbangsa.
"Semoga Nahdlatul ulama semakin besar kiprahnya dalam mencerdaskan, menyejahterakan, menyatukan, dan menjaga kedamaian dalam kehidupan bangsa Indonesia," ujarnya.
Selain itu, Prabowo mengapresiasi peran NU dalam memberikan teladan menjaga toleransi antarumat beragama. Prabiwi menyinggung keterlibatan gereja-gereja di Kota Malang yang turut membantu menyukseskan penyelenggaraan acara Mujahadah Kubro ini.
"Ini luar biasa. Ajaran tokoh-tokoh NU dari dulu, termasuk Gus Dur, selalu mengajarkan kepada kita NU akan selalu yang menjaga kedamaian di bangsa Indonesia dan akan selalu menjaga semua umat, semua agama tanpa pandang bulu. Kita mungkin berbeda tapi kita harus hidup dalam kerukunan," kata Prabowo.
Prabowo juga menyoroti kiprah NU selama satu abad yang dinilai telah membuktikan perannya sebagai salah satu pilar utama kebesaran bangsa. NU selalu tampil ketika negara berada dalam situasi berbahaya dan berperan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Termasuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang diuji di Jawa Timur, khususnya di Surabaya dan sekitarnya. Dalam pertempuran tersebut, rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama berhasil mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan kekuatan besar dunia.
"Kita telah berhasil menghadapi Inggris, pemenang Perang Dunia ke-II. Rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya dipimpin oleh para Kiai, para ulama kita telah buktikan bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapa pun yang ingin menjajah bangsa kita. NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan dan memang itulah pelajaran sejarah," ucapnya.
Mujahadah Kubro yang berlangsung pada 7-8 Februari 2026, merupakan puncak rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU yang diselenggarakan PWNU Jatim. Acara tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 105 ribu orang, terdiri atas 77.541 orang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jatim dan 27.000 warga Muslimat NU.
Mujahadah Kubro turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, jajaran Kabinet Merah Putih, ulama dan kiai karismatik, Rais Aam PBNU KH Mifrachul Akhyar berserta jajaran Rais Syuriyah, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah diawali dengan kick off dan Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (Unisma) pada 7 Januari 2026, ziarah muassis dan muharrik NU se-Jawa Timur pada 24 Januari, Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya pada 29 Januari, serta pameran lukisan nasional bertema “Mangsa Kalasubo” di Galeri Dewan Kesenian Surabaya pada 30 Januari 2026.
Agenda kegiatan lainnya meliputi kegiatan parenting dan pesantren sehat yang digelar LKKNU-RMI di sejumlah daerah, antara lain Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Blitar, Bondowoso, dan Banyuwangi, yang berlangsung pada 27 Januari hingga 15 Februari 2026. PWNU Jatim juga menggelar Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, serta talkshow tiga pilar ekonomi NU, yakni UMKM, filantropi dan industri pertanian, di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, pada 5–7 Februari 2026.






