Daftar petugas Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal jelang pemungutan suara Pemilu 2024 kembali bertambah. Foto: Ilustrasi/Antara
MEDAN, (ERAKINI) - Daftar petugas Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal jelang pemungutan suara Pemilu 2024 kembali bertambah. Di Medan, Sumatera Utara, seorang Ketua KPPSmeninggal diduga akibat kelelahan.
Petugas bernama Firmanto merupakan Ketua KPPS TPS 6 Kelurahan Babura, Medan Sunggal, yang meninggal dunia pada Selasa (13/2/2024) siang.
Firmanto dikabarkan seringkali pulang hingga tengah malam dalam rangka menyelesaikan persiapan menjelang hari pencoblosan.
Awalnya Firmanto mengeluh sesak napas secara tiba-tiba. Keluarga lalu membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya sudah tidak tertolong. Keluarga menyatakan bahwa Firmanto tidak memiliki riwayat penyakit.
Selain Firmanto, dua petugas KPPS di Aceh, juga meninggal dunia menjelang pemungutan suara Pemilu 2024.
Kedua anggota KPPS yang meninggal dunia tersebut, yakni Yusrijal Ketua KPPS Kelurahan/Gampong Mane, bertugas di TPS 8 Kecamatan Mane. Kemudian Abdurahman, anggota KPPS Gampong Barieh yang ditugaskan untuk TPS 2 Kecamatan Mutiara.
“Iya benar, dua anggota KPPSmeninggal, untuk penyebab pasti meninggalnya kami belum ketahui,” ujar Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Edi Kurniawan di Pidie, mengutip dari Antara, Selasa (13/2/2024).
Dari Kabupaten Magetan, Jawa Timur, seorang petugas KPPS juga dilaporkan meninggal dunia diduga akibat kelelahan setelah mengikuti kegiatan persiapan Pemilu 2024.
Petugas KPPS itu bernama Rita Setyaningsih (41), warga Maospati, Magetan, yang meninggal pada Senin (12/2/2024). Rita Setyaningsih diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
"KPU mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah Rita Setyaningsih," ujar Ketua KPU Kabupaten Magetan Fahrudin, dilansir Antara.
Rita Setyaningsih merupakan anggota KPPS di TPS 014 Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Magetan. Dia juga tercatat aktif sebagai staf di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan.
Almarhumah sempat mengikuti serangkaian kegiatan persiapan pemungutan suara selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat (9/2) hingga Minggu (11/2) malam. Pada Minggu (11/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Rita mulai mengeluhkan pusing, tangan sebelah kanan kaku dan tangan sebelah kiri lemas.
Rita kemudian dibawa ke Unit Gawat Darurat RSAU Efram Harsana Lanud Iswahjudi Maospati, Magetan. Namun, pada Senin pagi sekitar pukul 04.00 WIB, Rita dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Mochammad Afifuddin menyebutkan, hingga hari ini pihaknya mendapat laporan setidaknya sudah ada lima orang anggota KPPS yang meninggal dunia jelang hari H Pemilu 2024. Mereka meninggal diduga akibat kelelahan dan mengalami kecelakaan.
Selain Rita Setyaningsih (41), Ketua KPPS di Wonosobo, Jawa Tengah, Wahyu Jatmiko (43), meninggal pada Minggu (11/2). Wahyu meninggal saat mempersiapkan lokasi TPS di Perum Purnamandala, Kelurahan Bumireso. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes sebelumnya.
Selanjutnya, 2 anggota KPPS di Kebumen, Jawa Tengah, yang meninggal akibat kecelakaan pada Sabtu (10/2). Korban meninggal setelah motor yang dikendarai menabrak truk di Jalan Raya Karanganyar-Gombong. Peristiwa serupa juga menimpa seorang anggota KPPS di Ponorogo, Jawa Timur, bernama Danang Aryan Saputra (20).
Danang meninggal bersama seorang rekannya setelah motor yang dikendarai terlibat tabrakan dengan pikap di Desa Ngraket, Kecamatan Balong.
Afifuddin berharap jumlah anggota KPPS yang meninggal akibat kelelahan, tidak bertambah lagi. "Mudah-mudahan enggak bertambah, karena memang upaya-upaya kita kan sudah kita lakukan ya. Tes kesehatan, pembatasan usia, dan seterusnya," ujar Afif di Jakarta, Selasa (13/2/2024).
Menurutnya, KPU sudah melakukan segala upaya untuk memitigasi hal tersebut termasuk kerja sama dengan daerah dalam meng-cover dampak-dampak berupa santunan. Selain itu, KPU sudah memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada seluruh KPPS yang pihaknya sebut sebagai upaya dari skema untuk meringankan beban kerja.
Bimbingan teknis ini berbeda bila dibandingkan Pemilu sebelumnya di mana peserta yang turut ikut hanya ketua dan satu anggota KPPS. "Kita bimtek serentak dan seterusnya," ucapnya.