Koordinator Komponen 3 Madrasah Education Quality Reform Wilayah Maluku Utara, Jamaluddin Sehat, saat membuka Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah Daerah 3 T di Provinsi Maluku Utara, di Hotel Bela Ternate, Selasa (13/8/2024) malam. Foto: Erakini/Thomas Pulungan
TERNATE, (ERAKINI) - Madrasah Reform atau Realizing Education's Promise-Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR), Kementerian Agama (Kemenag), kembali memberikan pelatihan kepada guru dan kepala madrasah di daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). Kali ini pelatihan menyasar guru dan kepala madrasah di daerah 3T Provinsi Maluku Utara.
Kegiatan ini dibuka Koordinator Komponen 3 Madrasah Education Quality Reform Wilayah Maluku Utara, Jamaluddin Sehat, di Hotel Bela Ternate, Selasa (13/8/2024) malam.
Jamaluddin Sehat mengatakan bahwa program ini merupakan kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan oleh para guru dan kepala madrasah. Terlebih ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan program REP-MEQR di Indonesia.
"Mohon bapak ibu, ikutilah kegiatan dengan baik, karena ini tahun terakhir kegiatan. Mumpung teman-teman dari pusat datang ke Ternate," ujar Jamaluddin yang juga Kepala Tim Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara.
Jamaluddin mengapresiasi semangat para peserta untuk mengikuti pelatihan ini. Sebab, secara geografis banyak peserta yang datang dari pulau terluar.
Jamaluddin menjelaskan bahwa Maluku Utara terdiri dari 395 pulau. Dari jumlah itu 64 diantaranya berpenghuni. Terdapat beberapa pulau yang jaraknya ke Ternate cukup membutuhkan perjuangan.
Jamaluddin juga mengapresiasi para guru-guru madrasah yang masih bersedia mengabdi di wilayah 3T. Sebab, kesenjangan dengan wilayah perkotaan membuat banyak guru yang tidak betah bertugas di wilayah 3T. Bahkan tak jarang baru setahun bertugas di wilayah 3T, sudah memilih pulang.
"Terima kasih kepada panitia yang sudah memilih Ternate jadi sasaran kegiatan ini. Mungkin banyak yang tidak bisa ke Ternate. Semoga bapak ibu yang masuk kelompok pelatihan, setelah mendapatkan pembekalahan dari para fasilitator, kembali ke tempatnya masing-masing, bisa berbagi ilmunya," katanya.
Sementara itu, Asisten Program Komponen 3 Project Management Unit (PMU) REP-MEQR selaku pelaksana pelatihan, Adib Zaenal Fanani, mengatakan, pelatihan Guru dan Kepala Madrasah Daerah 3 T di Provinsi Maluku Utara ini merupakan angkatan ke-6. Sebelumnya pelatihan serupa sudah dilaksanakan di Batam, Palembang, Pontianak, Kupang, dan Aceh.
Pelatihan angkatan ke-6 ini diikuti sebanyak 120 peserta yang difokuskan pada 3 kepulauan, yaitu Kepulauan Sula, Pulau Morotai, dan Pulau Taliabu.
"Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan kapasitas maupun kompetensi bapak/ibu tenaga pendidik di wilayah 3T. Istilahya, update keilmuan," tandasanya.
Ia berharap peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Sebab tidak semua guru dan tenaga pendidik madrasah dapat mengikuti pelatihan ini. Tahun ini, hanya tersedia kuota 1.200 guru di 12 provinsi dan 26 kabupaten/kota.
"Kami harapkan para peserta yang hadir bisa mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Mudahan-mudahan setelah mengikuti kegiatan, bapak ibu bisa menularkan, sharing informasi kepada teman sejawatnya," ucap Adib.
Dalam kegiatan ini terdapat 4 kelompok/kelas pelatihan, yakn MI Literasi, Mts Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), MA Bahasa Inggris, dan kelas Kepala Madrasah. PMU REP-MEQR menghadirkan 12 fasilitator atau Instruktur.
Mereka adalah Nuril Nuzulia dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (MI Literasi), Sugiati dari MIS Al Falah Tambolaka (MI Literasi), Fitria Martanti dari Universitas Wahid Hasyim Semarang (MI Literasi), Nani Rohmani dari Balai Diklat Keagamaan Bandung (MTs IPA), Djud Saleh dari MTSS AKETALAGA (MTs IPA), dan Arnie Rieska Amanda dari MTs N 4 Bandung Barat (MTs IPA).
Kemudian, Junainah Helmi dari MAN 1 Boyolali (MA Bahasa Inggris), Aminah dari Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah (MA Bahasa Inggris), Dhiah Fitrayati dari Universitas Negeri Surabaya (MA Bahasa Inggris), Masnur dari MI Nur Ikhlas Kabupaten Siak (kepala madrasah), Yusri Siraju dari Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Utara (kepala madrasah), dan Anisa Yunita Sari dari Universitas Narotama Surabaya (kepala madrasah).
Kegiatan ini dilaksanakan beberapa sesi yang berlangsung hingga Jumat (16/8/2024). Kegiatan ini merupakan salah satu komponen dari program Madrasah Education Quality Reform, yakni Progam Komponen 3 (perluasan akses).