Eks Waketum PBNU Nusron Wahid (tengah) saat dilantik menjadi Menteri ATR/Kepala BPN (Foto: tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)
JAKARTA, (ERAKINI) - Sejumlah kader Nahdlatul Ulama (NU) ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi menteri dan wakil menteri kabinet Merah Putih masa jabatan 2024-2029. Pelantikan untuk menteri dan kepala badan digelar di Istana Negara pada Senin (21/10/2024) pagi tadi. Sedangkan pelantikan untuk wakil menteri dan wakil kepala badan akan digelar pada Senin siang ini.
Setidaknya, ada 8 kader NU yang diminta Presiden Prabowo untuk membantu pemerintahannya lima tahun ke depan. Mereka adalah kader NU yang berproses di partai politik, organisasi masyarakat sipil, pemerintahan dan profesional.
Arifah Fauzi merupakan salah satu sekretaris Pengurus Pusat Muslimat NU, badan otonom NU yang dipimpin Eks Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Arifah juga istri dari budayawan ternama sekaligus mantan ajudan pribadi Presiden RI ke-5 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zastrow Al-Ngatawi.
Arifah diketahui alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta (sekarang UIN Yogyakarta). Sebelumnya, Arifah belajar di SMA As Syafi'iyah Jatiwaringin, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Perempuan yang lahir pada 28 Juli 1969 ini dilantik Presiden Prabowo menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Kabinet Merah Putih untuk masa jabatan 2024-2029.
Saifullah Yusuf atau biasa disapa Gus Ipul adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dilantik Presiden Prabowo menjadi Menteri Sosial untuk masa jabatan 2024-2029.
Selama perjalanan hidupnya, kemenakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini sempat menduduki jabatan-jabatan penting, dimulai dari Menteri Desa era SBY, Wakil Gubernur Jawa Timur hingga Walikota Pasuruan periode 2019-2024.
Selain aktif di NU, Gus Ipul sempat bergabung dengan partai politik yakni PDIP dan PKB. Bahkan, lewat kedua partai ini Gus Ipul menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan.
3. Abdul Kadir Karding
Abdul Kadir Karding adalah kadar NU yang berproses di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada pemerintahan pertama Jokowi, 2014-2019, Abdul Karding menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Kini, ketua alumni Universitas Negeri Diponegoro (Undip) Semarang ini ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Menteri BP2MI).
4. Aminudin Ma'ruf
Aminudin Ma'ruf kader muda NU yang sempat menjadi ketua umum PB PMII 2014-2017. Dia juga sempat menjadi wakil bendahara di PP Gerakan Pemuda Ansor masa khidmat 2017-2024.
Selain aktif di organisasi NU, Aminudin juga sempat ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), salah satu organisasi relawan pemenangan Jokowi-KH Maruf Amin di Pilpres 2019. Kesuksesan Aminudin Ma’ruf memenangkan Jokowi di Pilpres 2019, mengantarkannya menjadi Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial pada pemerintahan Jokowi 2019-2024.
Lalu pada Pilpres 2024, dia menjabat Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Kini, Aminudin Ma’ruf bersiap dilantik menjadi wakil menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Juri Ardiantoro adalah mantan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Jokowi sisa jabatan 2024. Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), menjabat sejak 2019-2024. Siang ini, Rektor Unusia Jakarta ini akan dilantik menjadi Wakil Menteri Sekretariat Negara.
Sebelum masuk ke pusaran kekuasaan, Juri Ardiantoro aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bahkan pada 2021-2024, Juri menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII. Juri juga sempat menjabat pengurus aktif di PKC PMII DKI Jakarta.
Setelah selesai di PMII tahun 2003, Juri banyak bergelut di bidang kajian kepemiluan. Kemudian sejak tahun itu hingga 2017, Juri dipercaya menjadi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta hingga KPU RI. Di lembaga ini, Juri juga sempat menjabat Ketua KPU RI pada 2016-2017.
Setelah tidak aktif di KPU, Juri Ardiantoro bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019. Kemudian, TKN Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Kini, aktivis PMII yang juga sempat menjabat Deputi IV KSP ini bersiap mengemban amanah baru sebagai Wakil Menteri Kabinet Prabowo-Gibran 2024-2029.
Nusron Wahid adalah politisi ulung yang sempat menjabat wakil ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia aktif di NU sejak kecil hingga saat ini. Nama Nusron Wahid kian bersinar usai dirinya menjadi ketua umum PB PMII 2000-2003. Dia aktif di PMII sejak kuliah di prodi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia pada 1993-1997.
Setelah purna dari PMII, Nusron Wahid aktif di Gerakan Pemuda Ansor bahkan menjadi Ketua Umum PP Ansor pada 2011-2016. Setelahnya, Nusron Wahid menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar sejak tahun 2004 hingga 2019. Kemudian, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia BNP2TKI pada 2014 - 2019.
Pada Senin (21/10/2024) pagi tadi, politisi Partai Golkar itu dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabinet Merah Putih Prabowo Gibran masa jabatan 2024-2029.
Siapa yang tidak kenal Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mantan calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 ini adalah ketua umum PB PMII periode 1994-1997. Dia juga termasuk salah satu cucu pendiri NU dari jalur KH Wahab Hasbullah.
Sejak kuliah di Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1991, Cak Imin dikenal sebagai aktivis tulen yang sudah lincah bermain politik. Setelah tidak lagi menjabat ketua umum PMII, Cak Imin bekerja di sejumlah tempat hingga diajak pamannya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masuk ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hingga menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Setelahnya, Cak Imin meneruskan estafet kepemimpinan Gus Dur di PKB, meski diwarnai dinamika yang cukup panjang. Cak Imin menjabat ketua umum PKB sejak 2004-sekarang. Di Pemerintahan, Cak Imin tidak pernah absen dari jabatan publik, kalau tidak wakil ketua DPR RI ya wakil ketua MPR RI atau menteri.
Pada Senin (21/10/2024) pagi tadi, Ketua Mabinas PB PMII itu dilantik Presiden Prabowo menjadi Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran 2024-2029.
Nasaruddin Umar adalah ulama terkemuka dan salah satu mufassir Indonesia yang lahir di Bone, Sulawesi Selatan. Guru besar UIN Jakarta ini mengenal NU saat belajar di pesantren di Sulsel.
Saat kuliah S1, Nasaruddin Umar sempat bergabung dengan PMII IAIN Alaudin Ujung Pandang (kini berganti UIN Makassar) pada 1984. Kemudian, setelah lulus S1 dari wilayah Indonesia Timur tersebut, Prof Nasaruddin Umar hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (sekarang UIN Jakarta).
Setelah lulus magister pada 1992, Imam Besar Masjid Istiqlal ini kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Agama (Kemenag) dengan menjadi seorang dosen di IAIN Jakarta. Dari sini lah, karya Prof Nasar sebagai akademisi dimulai.
Lebih dari itu, sebenarnya Prof Nasaruddin bukanlah sosok baru di pemerintahan, sebab saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dia sempat menjabat sebagai wakil menteri agama 2011-2014.
Pada Senin (21/10/2024) pagi tadi, Prof Nasar dilantik Presiden Prabowo menjadi Menteri Agama kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran 2024-2029.